Oleh: Dedeng Juheri | Instagram @dedengjuheri
Pasca Perang Dunia II. Menjadi komodor Blok Sekutu, Amerika tampil sebagai pemenang di medan perang.
suratkabar.id

Semenjak itu pula Amerika menjadi negara super power dunia hingga saat ini. Kebijakan ekonomi, politik, sosial dan budaya mengangkangi hampir seluruh negara-negara di dunia. 

Menyandang sebutan negara adidaya, bukan berarti Amerika tak pernah kalah. Sebagaimana kita tahu, Amerika pernah menjadi pecundang di Vietnam. 

Negara super power itu babak belur melawan Geriliyawan Viet Chong. Tercatat dari 2,7 juta tentara yang bertugas, setidaknya 58.159 orang tewas, 1.710 hilang, dan 303.635 orang terluka.

Tentara Amerika banyak yang stress dan frustasi, sehingga kebijakan pusat memutuskan mereka ditarik mundur dari medan tempur. 

Selidik punya selidik, ternyata kekalahan Amerika di Vietnam ini gara-gara Indonesia.

Lho, kok bisa?

Dari sekian banyak  tokoh ahli strategi militer, seni taktik perang, ternyata geriliyawan Viet Chong terinspirasi dari Indonesia. 

Para pemimpin Viet Chong tidak memilih Mao Tse Tung, George S Patton, Napoleon Bonaparte, atau Sun Tzu sebagai inspirasi dalam perang melawan Amerika. Melainkan para pemimpin Gerilyawan Viet Chong, mengaku bahwa mereka membaca buku Pokok-pokok Perang Gerilya karya Jenderal AH. Nasution. Mereka menjadikan buku ini sebagai pedoman strategi perang.

Alasannya sederhana, karena alam Indonesia mirip alam Vietnam. Karakteristik sungai-sungai, bukit-bukit, gunung-gunung, dan alamnya tak jauh beda. 

Jadi strategi perang gerilyawan lebih cocok digunakan dalam menggempur musuh, sebagaimana Indonesia mengusir Belanda dan Jepang.  Menyerang di malam hari atau pagi buta, menjelang siang bersembunyi di hutan belantara.

Yang unik dari strategi gerilya Viet Chong, adalah mereka membuat terowongan bawah tanah. 

Selain tentara, masyarakat sipil pun mengamankan diri di dalam terowongan. Yang mana di dalam terowongan tersedia dapur, gudang, senjata, tempat tidur, rumah sakit, bahkan tempat belajar dan bermain. 

Strategi perang gerilya ini menyulitkan Amerika, diserang tiba-tiba, malam hari, atau pagi buta. Saat mau dibalas, ternyata para gerilyawan itu hilang di hutan belantara. Dikejar susah, ditunggu tak kunjung datang. Membingungkan dan bikin stres. 

Esoknya juga begitu, menerang tiba-tiba, malam hari atau pagi buta. Saat lengah dan tak terduga. Strategi perang  ini banyak membuat tentara AS frustasi.

Apa hikmahnya bagi kita?

Pertama, ternyata putra bangsa Indonesia, Jenderal AH Nasution, menjadi inspirasi yang mendunia. Bukan hanya untuk Vietnam, tapi juga AS yang setelah kalah perang di Vietnam turut belajar.

Kedua, sebuah tulisan bisa menginspirasi jiwa, bahkan lebih jauh menginspirasi manusia untuk mengubah dunia.

Ketiga, kita optimis bisa menjadi bagian dari perubahan umat, bangsa, dan negara ke arah yang lebih baik.

Keempat, boleh jadi kebangkitan umat, tegaknya  khilafah bersemi dari negeri ini. 

Semoga kita menjadi bagian yang menyemai  cahaya kejayaan itu. Aamiin. 


Subcribe dan simak video Permohonan Dahsyat di sini:

https://m.youtube.com/watch?v=erbFhna3i_M


Segera dapatkan buku #SerumahSesurga dan buku-buku lainnya di nomor: 0818 0891 9000.

Atau melalui link ini:

http://toko.proumedia.co.id/produk/serumah-sesurga-411 


Sebagai sarana komunikasi dengan penulis, sila boleh di sini:

fb: Ki Dedeng Juheri

ig: @dedengjuheri

twitter: @dedengjuheri

YOUR REACTION?

Facebook Conversations