Oleh: Ust. M. Ismail Yusanto
Inilah sembilan fakta persekusi rezim komunis Cina atas Muslim Uighur

1. Melarang nama Islam untuk bayi yang baru lahir. Pemilik nama berbau arab/Islam diancam tidak mendapat pekerjaan.

2. Menyita Al Qur'an, sajadah, dan atribut yang menyimbolkan Islam.

3. Melarang anak-anak mengikuti pelajaran agama Islam dan belajad Qur'an. Ustadz yang mengajarkan Qur'an melalui media sosial ditangkap.

4. Mengubah masjid jadi pusat propaganda. Masjid diharuskan mengibarkan bendera Cina dan spanduk bertuliskan slogan komunisme. Sebelum sholat harus mengadakan upacara bendera, dan kuliah patriotisme. Mencopot kaligrafi kalimat tauhid La ilaha illallah di dinding masjid.

5. Memotong gaun panjang muslimah di tengah jalan, meski sebagian muslimah memakai untuk alasan kenyamanan. Dilarang berkerudung dan apalagi cadar

6. Memasang puluhan ribu kamera pendeteksi wajah untuk mengawasi gerak-gerik rakyat. Setiap rumah di depannya dipasangi QR Code, dan ada list siapa yang boleh tinggal di rumah tersebut.

7. Program "Become Family", mengharuskan keluarga Uighur menerima tamu dari partai komunis yang diutus negara untuk mendoktrin, mengawasi, melarang ibadah sholat dan puasa di rumah mereka.

8. Menikahkan paksa muslimah Uighur dengan lelaki kafir suku Han dgn dalih asimilasi budaya, untuk menghapuskan ras Uighur, di saat para lelaki Uighur dijebloskan ke kamp konsentrasi.

9. Sekitar satu juta laki-laki Uighur dipaksa ikut kamp re-edukasi (yang lebih mirip kamp konsentrasi) karena memelihara jenggot, melakukan kegiatan keagamaan, atau dengan diiming-imingi bantuan pelunasan perumahan.  Mereka didoktrin dengan komunisme dan patriotisme Cina, dipaksa makan babi dan minum alkohol.

Hari Jum'at ini perbanyaklah doa untuk saudara kalian yang tertindas di Turkistan Timur oleh pemerintah kafir komunis.

Wahai penguasa, bilakah datang panggilan hati kalian? Wahai panglima, tidakkah tertanya untuk apa panser dan pesawat tempur di landasannya? Wahai tentara, untuk apa senjata yang kalian panggul?

Hasbunallah wa ni'mal wakil, ni'mal maula wa ni'man nashir.

Sekali lagi, Umat membutuhkan Khilafah.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations