Data di lapangan, terdapat 17,5 juta data tidak masuk akal, 6,1 juta pemilih ganda di lima provinsi, 18,8 juta DPT invalid di lima provinsi, dan terdapat 117.333 KK manipulatif. Selain itu, ada 15,4% TPS, atau sekitar 73.000 dari 477.000 TPS pada real count laman KPU terjadi kesalahan input.
BBC Indonesia

Prabowo mengklaim unggul 54% meskipun berbeda dengan hasil real count versi KPU yang per 15 Mei 2019 meraih 43,79%.

Angka yang disebutkan capres 02 itu dipertanyakan kesahihannya oleh Sekjen Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) Yunarto Wijaya karena setelah hampir satu bulan baru menghitung sekitar 50% suara dan telah mengklaim kemenangan lebih 54%.Sementara KPU telah mencapai lebih dari 83% sampai Rabu (15/05.

Dalam acara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga di Jakarta Selasa (14/05), Prabowo meminta KPU menghentikan penghitungan suara dan menolak hasil penghitungan yang curang.

Ketua KPU Arief Budiman menampik berbagai tuduhan kecurangan yang dilakukan KPU. Dia beralasan lembaganya telah bersikap transparan dalam seluruh tahapan pemilu.

"Tunjukan sama saya mau tahu apa? Server saya kasih tau, ingin tau operator, saya kasih tau, ingin tahu Situng (Sistem Informasi Penghitungan Suara), saya kasih tau. Apa yang belum saya beritahukan?" kata Arief.

Dalam klaim kemenangan ini, Prabowo juga menegaskan dirinya dan Sandiaga Uno merupakan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, telah memenangkan mandat dari rakyat.

"Setelah memperhatikan dengan seksama dan meyakinkan, bahwa kita telah memenangkan mandat ini. Kita telah memenangkan mandat dari rakyat," ucap Prabowo dalam acara yang digelar untuk mengungkap apa yang mereka klaim sebagai fakta-fakta kecurangan Pilpres 2019.



YOUR REACTION?

Facebook Conversations