Oleh : Jamilah Al-Mujahidah
Komunitas Muslimah Peduli Generasi

Lagi-lagi pemerintah membuat kebijakan yang membuat masyarakat geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak? Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 30/2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi kembali menuai penolakan dari berbagai pihak.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Kemendikbud Ristek, Nizam menuturkan aturan ini dibuat berdasarkan banyaknya laporan dari mahasiswa dan dosen tentang kasus kekerasan seksual dan diperlukan payung hukum untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Sekilas undang-undang yang di tanda tangani oleh Nadhiem Makarim, Mendikbud RI tampak wajar. Namun, ada beberapa poin dari uraian Permen PPKS tersebut yang secara tidak langsung dianggap telah melegalkan zina di lingkungan kampus sehingga berakibat pada 13 ormas Islam yang tergabung dalam MOI (Majelis Ormas Islam) ditambah Muhammadiyah meminta pencabutan terhadap Permendikbud tersebut. MOI menilai bahwa perzinahan yang seharusnya dilarang justru dibiarkan dan berakibat pada rusaknya standar nilai moral mahasiswa di kampus. Nazar Haris mengungkapkan poin-poin yang terdapat dalam Permen PPKS tersebut dibuat tidak berdasarkan nilai-nilai agama, melainkan berdasarkan paradigma seks bebas berbasis persetujuan dari para pihak seperti tidak dipaksa dan usia telah dianggap dewasa, jadi meski dilakukan diluar nikah, maka perzinahan menjadi “halal”.

Begitulah ketika aturan-aturan lahir dari paham sekulerisme yang telah menyebar luas dikalangan akademis dan intelektual, serta di seluruh lapisan masyarakat. Negara yang seharusnya terdepan dalam menjaga moralitas dan akhlak anak bangsa justru menjadi pelecut liberalisasi dan sekularisasi sebagai biang keladi rusaknya moral generasi di negeri ini. Tidak butuh revisi undang-undang untuk menyelesaikan berbagai problematika yang saat ini terjadi. Sudah terlihat jelas selama 1 abad system kufur ini mencengkeram dunia telah menghasilan kerusakan di segala aspek, termasuk pendidikan. Penerapan Islam secara kaffah adalah solusi tuntas dalam penyelamatan generasi dari keterpurukan, yaitu dengan kembali menerapkan peraturan-peraturan Allah SWT yang termaktub dalam Al-Qur’an dan Assunnah.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations