Oleh : Rika Ayudia

Millen Cyrus terpilih menjadi Miss Queen Indonesia 2021. Miss Queen Indonesia 2021 merupakan kontes kecantikan bagi para transgender yang diselenggarakan di Bali. Dilansir dari Insertlive, Millen Cyrus mendapatkan banyak cibiran atas keikutsertaannya. Komentar negatif pun dilayangkan untuk keponakan Ashanty itu. Ajang ini pun jadi pro kontra. “kenapa ya harus ada acara2 ginian,” tulis netizen di akun gosip di Instagram @lamiscorner.

Dalam malam final Miss Queen 2021, Millen Cyrus mengenakan gaun silver. Transgender dengan nama asli Muhammad Millendaru Prakasa itu tampil glamour. Ajang tersebut diikuti Millen Cyrus dengan serius. Bahkan, karena sebelumnya Millen pernah di-blacklist, ia memperbaiki diri dan berhasil menjadi juara pertama. Keponakan Ashanty ini pun senang dan terharu saat mahkota Miss Queen dipasang di kepalanya.

Millen Cyrus mengalahkan 17 kontestan di Miss Queen Indonesia 2021. Ia berhasil menjadi juara berkat usahanya dan pesan yang mau dibawa ke masyarakat. Sesuai dengan apa yang disampaikannya di acara tersebut.

Karena kemenangannya ini, Millen Cyrus akan membawa nama Indonesia ke kancah Miss Queen International 2022 tahun depan di Thailand. (https://celebrity.okezone.com/read/2021/10/01/33/2479610/millen-cyrus-juara-miss-queen-indonesia-siap-tanding-ke-thailand)

Gerakan L96T semakin terang-terangan menunjukkan eksistensinya, baik di media sosial maupun riil melalui acara-acara besar berskala nasional bahkan lintas negara. Asas kebebasan yang kebablasan atas nama HAM makin menggerogoti jiwa kaum muslim. Masyarakat makin 'toleran' dan memberi dukungan terhadap kerusakan ini.

Gerakan L96T terus berkembang secara sistematis, memiliki wadah, dan melakukan propaganda secara terstruktur dan masif, bahkan gerakan ini mendapat dukungan berbagai lembaga dunia dan tokoh-tokoh liberal.

Bagaimana dengan peran negara? Faktanya, negara—dalam hal ini pemerintah Indonesia—tidak mampu mengatasi semua dampak buruk perilaku ini. Pemerintah tidak mampu mengerem, apalagi menghentikannya. L96T telah berkembang menjadi sebuah gaya hidup dan menjadi ancaman serius, terutama bagi generasi muda bangsa ini.

Islam mengharamkan perilaku L96T. Islam melaknat pelakunya dan memberikan sanksi sesuai syariat. Rasulullah saw. bersabda, “Dilaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth (homoseksual).” (HR At-Tirmidzi dan Ahmad dari Ibnu Abbas).

Al-Qur’an juga menyebutkan perilaku homoseksual kaum Nabi Luth dalam surah Al-A’raf: 81, اِنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُوْنِ النِّسَاۤءِۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُوْنَ ” … Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki, bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas.” Oleh karenanya, hendaknya kita semua bersikap tegas dan melawan perilaku L96T, baik pada tataran individu, masyarakat, ataupun negara.

Secara individu, kita harus berusaha memahamkan masyarakat tentang perilaku menyimpang seperti L96T. Secara berjemaah di masyarakat, harus ada kontrol jika ada indikasi warga atau anggota masyarakat yang terjebak dalam L96T, baik menjadi pelaku atau pendukungnya. Lebih-lebih dalam tataran negara. Seharusnya negara menerapkan ideologi Islam yang menerapkan syariat Islam secara sempurna karena hanya Islam yang mampu menangkal L96T menyebar bebas.

Islam memiliki sistem sanksi dan peradilan super tegas yang mampu membuat jera pelaku dan perilaku L96T. Umat Islam harus mengawal upaya menghentikan penyebaran L96T. L96T secara nyata menyalahi fitrah manusia dan membuat perilaku manusia makin liberal. L96T menyalahi potensi dari naluri melestarikan jenis (gharizah nau’) yang secara fitrah laki-laki adalah menikahi perempuan dengan tujuan melanjutkan generasi muslim.

Secara konstitusional, aturan liberal kapitalistik saat ini justru menyuburkan L96T karena ide dan jiwa mereka seiring sejalan, yaitu bebas sebebas-bebasnya tanpa aturan dari Allah Swt.. Aturan konstitusi yang bisa menyelamatkan generasi dari L96T hanya Islam Kaffah, dengan sistem hukumnya yang tegas terhadap perilaku menyimpang L96T sampai ke akar-akarnya.

Wallahu a’lam bish-shawwab.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations