Oleh : Wianda Ayu Nuraida

Seluruh ulama Aswaja, khususnya imam empat mazhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Hanbali), sepakat, bahwa adanya khilafah, dan menegakkannya ketika tidak ada, hukumnya wajib. Dalil-dalil tentang kewajiban mengadakan khilafah dan menegakkannya bisa dilihat rinciannya sebagai berikut:

1. Dalil Alquran

Allah SWT berfirman: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sungguh Aku akan menjadikan di muka bumi Khalifah…” [TQS al-Baqarah [2]: 30].

2. Dalil as-Sunnah

Di antaranya sabda Rasulullah SAW:

“Siapa saja yang mati, sedangkan di lehernya tidak ada baiat (kepada imam/khalifah), maka ia mati jahiliah.” [HR Muslim].

3. Dalil Ijmak Sahabat

Perlu ditegaskan, kedudukan Ijmak Sahabat sebagai dalil syariah—setelah Alquran dan as-Sunnah—sangatlah kuat, bahkan merupakan dalil yang qath’i (pasti). Para ulama ushul menyatakan, bahwa menolak ijmak sahabat bisa menyebabkan seseorang murtad dari Islam. Dalam hal ini, Imam as-Sarkhashi [w. 483 H] menegaskan:

“Siapa saja yang mengingkari kedudukan Ijmak sebagai hujjah yang secara pasti menghasilkan ilmu berarti benar-benar telah membatalkan fondasi agama ini…Karena itu orang yang mengingkari Ijmak sama saja dengan berupaya menghancurkan pondasi agama ini.” [Lihat, Ash-Sarkhasi, Ushûl as-Sarkhasi, Juz I/296].

4. Kesepakatan Ulama Aswaja

Berdasarkan dalil-dalil di atas —dan masih banyak dalil lainnya— yang sangat jelas, seluruh ulama Aswaja, khususnya imam empat mazhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Hanbali), sepakat, bahwa adanya khilafah, dan menegakkannya ketika tidak ada, hukumnya wajib. Syeikh Abdurrahman al-Jaziri (w. 1360 H) menuturkan,

“Para imam mazhab (yang empat) telah bersepakat bahwa Imamah (Khilafah) adalah wajib…” [Lihat, Al-Jaziri, Al-Fiqh ‘ala al-Madzâhib al-Arba’ah, Juz V/416].

https://mediaumat.news/kewajiban-mengadakan-dan-menegakkan-khilafah

Alquran dan Hadis secara Explicit Mewajibkan Penegakan Khilafah

Seluruh ulama Ahli Sunnah Wal Jamaah, khususnya imam empat mazhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Hanbali), sepakat, bahwa menegakkan Khilafah hukumnya wajib. Adapun dalil dalam Alquran dan Hadis adalah sebagai berikut:

Dalil Alquran : QS an-Nisa` (4) ayat 59; QS al-Maidah (5) ayat 48; dll (Lihat: Ad-Dumaji, Al-Imâmah al-‘Uzhma ‘inda Ahl as-Sunnah wa al-Jamâ’ah, hlm. 49).

Khilafah akan Segera Tegak Kembali

Secara historis Khilafah sudah tegak selama 13 abad dan memiliki wilayah yang sangat luas, yaitu lebih dari 2/3 dunia. Barat berhasil menghancurkannya tahun 1924 dan memecah belah menjadi 50 negara lebih.

Mengacu prediksi dokumen bertajuk Mapping The Global Future oleh NIC, Khilafah tegak pada tahun 2020-an. Dan jauh sebelum NIC memprediksi, Rasulullah telah menyampaikan dalam hadits i bisyârah (kabar gembira).

Rasulullah Saw. bersabda: “Kemudian akan ada lagi Khilafah yang menempuh jejak Kenabian”. (HR Ahmad).

Khilafah akan Memajukan dan Mensejahterakan baik Muslim maupun Non Muslim.

Telah terbukti solusi yang selama ini diberikan, yaitu solusi dari kapitalisme dan sosialisme telah gagal, tidak mampu menyelesaikan masalah, bahkan menimbulkan masalah lain. Alloh menjamin penerapan aturan Allah yang mampu menyelesaikan masalah secara tuntas Penerapan hukum-hukum Islam secara keseluruhan/ kaffah akan menuntaskan masalah dan membawa berkah, mensejahterakan dunia dan akhirat.

https://www.muslimahnews.com/2019/03/29/khilafah-ajaran-islam/

Bahwa kewajiban menegakkan Khilafah memiliki landasan normatif yang kukuh berdasarkan dalil-dalil syariah, dan bahwasannya Islam telah mengisyaratkan model baku sistem kepemimpinan politik bagi umat ini yakni sistem Khilafah.

Kewajiban menegakkan Khilafah didasarkan pada alquran, al-Sunnah dan Ijmak Shahabat dengan perintah yang tegas. Secara mafhum, alquran menyatakan perintah untuk mengangkat seorang pemimpin atau Khalifah.

Nas-nas yang berbicara tentang wajibnya mengangkat seorang Khalifah, makna kontekstualnya telah melekat dengan makna tekstualnya.

Atas dasar itu, mengangkat seorang penguasa merupakan kewajiban bagi terlaksananya hukum-hukum syariat secara menyeluruh dan sempurna. Penguasa yang dimaksud adalah Khalifah dan sistem pemerintahannya adalah Khilafah.

https://www.muslimahnews.com/2020/10/09/memahami-penggalian-hukum-kewajiban-menegakkan-khilafah

Jadi hukum menegakan dan mengadakan Khilafah adalah sebuah kewajiban, wajib kifayah. Khilafah bukan hanya sekedar retorika, dapat dibuktikan melalui dalil dalil yang ada, yang sudah disebutkan diatas.

Khilafah menggunakan atau menerapkan hukum atau peraturan islam berdasarkan Al-Qur'an, yang dimana hukum itu sudah pasti bisa menangani dan menyelesaikan seluruh problematika dalam hidup, yang membuat kehidupan ini sejahtera dan mulia.

Sifat hukum atau peraturannya pun bersifat universal, bukan hanya untuk umat muslim tapi juga untuk non muslim, dan tidak memandang kasta.

Saat ini banyak kewajiban syariah yang tidak bisa dilaksanakan oleh orang per orang, seperti hukum hudud, rajam/cambuk, potong tangan bagi pencuri, jihad, memungut dan membagikan zakat dan sebagainya, pelaksanaan semua kawajiban ini membutuhkan kekuasaan islam, kekuasaan itu tiada lain ialah khilafah, jadi kaidah syariah diatas juga merupakan dasar atas kewajiban menegakan khilafah.

Dengan adanya sistem pemerintahan islam ini, maka suatu saat islam bisa kembali menguasai dunia.

Tegaknya Khilafah menuntut peran serta semua potensi umat dengan beragam latar belakang. Peran ini akan mengantarkan pada penyelesaian persoalan bangsa dan selanjutnya akan membuat kehidupan setiap individu umat teriayah dan mendapat kemuliaan.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations