Oleh: Aminah Darminah, S.Pd.I.
Muslimah Peduli Generasi

Remaja adalah aset bangsa di tangannya masa depan bangsa ini, jika generasi muda harapan bangsa telah rusak akibat virus liberalisme maka bersiaplah bangsa ini akan mengalami kemunduran dan ketertinggalan.

Budaya barat telah berkembang pesat di kalangan remaja muslim akibat derasnya arus liberaliame. Remaja muslim sudah terbiasa dengan budaya barat yang bertentangan dengan dengan aqidah Islam. 

Akibat pengaruh budaya barat yang serba bebas banyak kalangan remaja yang melakukan seks bebas.

Hasil survei pada responden anak muda usia 18-20 tahun 33 persen telah melakukan aktivitas seksual dengan kemungkinan tertular penyakit menular seksual 50:50 karena saat melakukan hubungan seksual tidak menggunakan kontrasepsi (Wartakota.co, 23 november 2019). 

Sejalan dengan hasil survei kinerja akuntabilitas perempuan (SKAP 2019) di Jawa Tengah ada sekitar 1,9 % remaja laki-laki yang sudah melakukan hubungan seksual sebelum menikah. sementara remaja perempuan sebanyak 0,5 persen (BKKBN jawa tengah 17/9/2020). 

Seks bebas di kalangan remaja menjadi persoalan yang serius yang dihadapi bangsa ini. 

Dunia barat senantiasa mengkampanyekan kebebasan di kalangan remaja, kehidupan serba bebas seperti pacaran, campur baur, seks bebas diekspos secara terangn-terangan. ini hal yang wajar sebab, sistem demokerasi yang diadopsi negeri ini memberikan jaminan kebebasan kepada siapun untuk bertingkah laku secara bebas. 

Lemahnya aqidah Islam menjadi salah satu pemicu banyak kalangan remaja melakukan seks bebas. Akibatnya makin tertancap kuat liberalisme dikalangan remaja sehingga, perlahan-lahan para remaja meninggalkan ajaran Islam.

Berkaca dari sejarah kegemilangan peradaban Islam bagaimana negara memberdayakan para remaja agar mereka mampu menjadi pemimpin terdepan, menguasai berbagai ilmu. Mampu menyelesaikan berbagai persoalan tidak hanya persoalan dirinya sendiri melainkan persoalan ummat. misalnya imam Syafii diusia 7 tahun sudah hafal alquran, usia 10 tahun hafal kitab al Muwattha' dan usia 15 tahun keilmuannya setara dengan keilmuan seorang mufti.

Remaja di negeri ini haris segera diselamatkan dari kehancuran agar mampu melanjutkan estafet kepemimpinan dan masa depan bangsa. Maka keluarga memiliki peran penting sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak. 

Keluarga memiki peran melindungi anak dari virus liberalisme,  beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan para remaja:

Pertama, pengokohan aqidah. Budaya barat lahir dari aqidah sekulerisme yang berusaha untuk menyerang aqidah Islam. Menanamkan aqidah yang kuat kepada anak sejak dini menjadi benteng dari serangan budaya barat. Dengan sikap berpegang teguh terhadap aqidah Islam akan mampu menghancurkan ide-ide yang lahir dari musuh Islam.

Kedua, terikat Syariah. Syariat Islam harus menjadi standar perbuatan seluruh anggota keluarga, menjadijan halal dan haram sebagai ukuran perbuatan boleh dilakukan atau ditinggalkan. Aktivitas pacaran, campur baur dikalangan remaja muslim menjadikan mereka bersikap liberal, bebuat sekehendak sendiri termasuk bila naluri mencintai lawan jenis muncul. 

Pemenuhannya harus sesuai aturan Allah SWT. 

Dalam Islam interaksi antara laki-laki dan perempuan hanya boleh dalam hubungan tolong-menolong dalam kebaikan seperti muamalah, pendidikan, pekerjaan dan sejenisnya yang merupakan aktivitas umum yang tidak menyertakan pandangan yang bersifat seksual. 

Ketiga, teladan orang tua dan lingkungan, orang tua adalah model panutan yang memberikan keteladanan. Seorang anak akan mudah menjalankan taklif syariat jika orang-orang disekitarnya mendukung. 

Maka penting menciptakan suasana Islami dalam keluarga dan lingkungan,  misalnya tidak membiarkan anak perempuan diikunjungi tamu laki-laki tampa ditemeni mahramnya. menjauhkan anak dari perayaan hari raya agama lain seperti valentin, tahun baru. Orang tua harus proaktif dengan menjelasksn syariat di lingkungan keluarga dan sekitarny, dengan ketidak pedulian orang tua tethadap lingkungan sekitar memperpanjang usia kemungkaran. 

Keempat, berjuang. Sistem kapitalisme yang diterapkan hanya bisa dilenyapkan dengan melakukan perjuangan untuk mengganti sistem tersebut dengan sistem Islam, yang akan menerapkan syariat Islam secara totalitas dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk memberikan sanksi tegas kepada pelaku kemaksiatan agar memberikan efek jera. Maka keluarga muslin harus bersungguh-sungguh berjuang melakukan amal makruf nahyi mungkar agar virus liberalisme bisa dilenyapkan. 

Demikianlah cara Islam menjaga generasi muda dari kehancuran akibat serangan virus liberalisme. 

Wallahualam.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations