Kementerian Kesehatan menyatakan pihaknya telah mengirimkan edaran yang meminta pihak berwenang untuk meningkatkan kewaspadaan pada seluruh pintu masuk, termasuk melalui jalur udara, laut dan darat.
Ilustrasi: Gatra.com

Hal tersebut dilakukan seiring dengan meningkatnya jumlah kasus penyakit akibat virus korona yang yang telah melanda di wilayah Wuhan, Cina. Virus itu pertama kali pada bulan Desember lalu. Kini, jumlah total kasus yang dapat dikonfirmasi melebihi 200 pasien, termasuk tiga di antaranya meninggal dunia akibat penyakit pernapasan ini. 

Sejauh ini, Pemerintah Cina memastikan pada Senin (20/01/2020) bahwa penularan virus misterius ini dapat terjadi antar manusia.  Setidaknya 14 petugas medis yang merawat pasien ikut terjangkit virus korona.

Edaran dari Kemenkes itu juga meminta kesiapsiagaan pihak-pihak dinas kesehatan maupun rumah sakit rujukan dalam menghadapi kemungkinan masuknya penyakit itu ke RI.

Anung Sugihantono, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Kemenkes, mengatakan bahwa alat pemindai suhu tubuh, atau thermal scanner, pada titik-titik masuk para pendatang dari luar negeri telah diaktifkan kembali guna mendeteksi gejala-gejala virus itu.

"Karena salah satu gejalannya adalah panas, gangguan pernapasan, yang paling awal yang bisa dideteksi adalah dengan thermal scan," kata Anung Senin (20/01/2020) pada acara temu media untuk menjelaskan langkah-langkah preventatif yang diambil oleh pemerintah.

BACA JUGA:

Untuk informasi, korona atau koronavirus merupakan virus dari familia coronaviridae yang dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia (termasuk manusia). Apabila terinfeksi virus ini, dapat menyebabkan berbagi penyakit seperti bronkitis, ensefalitis, gastroenteritis dan hepatitis.

Belakangan ini, Enam di antara kemunculan jaringan terbaru virus itu di Wuhan telah diketahui,. Salah satu tipe dari kelompok virus korona menyebabkan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), yang menjangkiti 8.098 orang di Cina sejak wabah itu meluas pada tahun 2002. Hingga saat ini, tercatat 774 orang meninggal dunia akibat virus tersebut.

Terkait novel coronavirus, yaitu tipe terbaru yang terdeteksi di Wuhan, kantor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sementara menyatakan bahwa virus itu berasal dari hewan yang terinfeksi dan bahwa penyebaran antar manusia masih terbatas.



YOUR REACTION?

Facebook Conversations