Oleh : Hifza Al Jannat

Pandemi masih berlangsung hingga kini, bahkan pertambahan kasus positif covid-19 pun kian menjadi jadi. Disaat pemerintah mencari lorong jalan keluar, muncul masalah terkait perguruan tinggi.

Minimnya perhatian pemerintah terhadap keadaan mahasiswa ditengah pandemic mencuatkan aksi demonstrasi. 

Seperti yang dilakukan mahasiswa Universitas Brawijaya di Jalan Veteran Kota Malang, JawaTimur, Kamis 18 Juni 2020.  Mereka melakukan demonstrasi menuntut penurunan UKT (uang kuliah tunggal) di tengah pandemik covid-19 dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang dianjurkan (okezone.com).

Selain itu, Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UIN Banten melakukan aksi demo terkait tuntutan penggratisan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di depan Gedung Rektorat UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Senin (22/6/2020) (bantennews.co.id).

Bahkan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Mahasiswa Jakarta Bersatu melakukan aksi unjuk rasa di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mereka meminta adanya audiensi langsung bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim guna membahas aspirasi mereka terhadap dunia perguruan tinggi.  Dalam demonstrasi ini mereka memulainya dengan membakar ban hingga kepulan asap hitam dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu lagu serta mengibarkan bendera yang mereka bawa (detik.com)

Kalangan mahasiswa telah melakukan protesnya atas minimnya perhatian pemerintah terhadap kondisi mahasiswa disaat pandemik covid-19 ini. Kuliah daring, ortu yang tidak bekerja, pembayaran UKT telah mencekik. 

UKT Turun Setengah

Pemerintah dalam hal ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim telah memberikan keringanan dalam pembayaran UKT dengan 4 skema yaitu pencicilan UKT, pengajuan beasiswa, penurunan level UKT, dan penundaan pembayaran UKT (kompas.com).

Pendidikan Islam Solusi Hakiki

Beginilah kondisi pendidikan saat ini. Pendidikan sekuler yang mengagungkan materi tanpa melihat potensi generasi yang terjadi. Pemerintah hanya mementingkan kepentingan pribadi tanpa melihat kondisi masyarakatnya. Pendidikan sekuler hanya mencetak generasi yang materialistik tanpa mencetak generasi berkepribadian baik yang sesuai syariat islam.

Lain halnya dengan islam, pendidikan dalam islam ditujukan untuk mencetak generasi sesuai syariat islam dan memiliki kepribadian islam. Generasi dibimbing hingga berpotensi menjadi ghoiru ummah.  Bukan hanya itu, pendidikan islam diadakan secara gratis tanpa memungut biaya sepeserpun dan kualitas yang terjamin. Sehingga para orang tua tidak lagi khawatir tentang pendidikan anaknya.

Walaupun dalam hal ini pemerintah telah menurunkan UKT yang harus dibayarkan oleh mahasiswa, semestinya disadari oleh umat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab negara.  Negara wajib menyediakan pendidikan secara gratis dan berkualitas. Negara seharusnya memenuhi kebutuhan rakyatnya kerena memang itulah tanggung jawab suatu negara.  Mahasiswa dan umat harus menuntut ini. 

Apabila memaklumi kehadiran negara yang hanya menurunkan UKT di masa pandemi, sama saja membiarkan pendidikan sekuler berlangsung. Pendidikan sekuler ini dapat memutus potensi generasi ghoiru ummah. 

Tiada kritikan terhadap kewajiban negara menyediakan pendidikan gratis artinya melestarikan tata kelola layanan masyarakat yang menyengsarakan karena lepasnya tanggung jawab penuh negara. Ummat harus menuntut pendidikan gratis seperti pendidikan islam, karena pendidikan islamlah solusi hakiki bagi kelangsungan pendidikan ini.

Wallahu ‘alam bisshowwab.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations