Oleh: Ayu Fitria Hasanah S.Pd
Pemerhati pendidikan dan sosial

Di tengah kegembiraan menyambut ramadhan, ada berita memprihatinkan. Seorang dosen dari UNEJ diduga melakukan aksi cabul pada ponakan sendiri.

Cerita kasus pencabulannya sangat menjengkelkan, menggunakan modus terapi kanker payudara. Berita ini tentu akan membuat para anak dan wanita perempuan was-was, karena bisa jadi aksi pencabulan dapat terjadi dari keluarga terdekat.

Masalah pencabulan sering mewarnai dinding berita. Bahkan tak jarang yang menjadi korban ternyata adalah kerabat dekat pelaku. Hal ini memunculkan tanya, “kok tega?” Karena itu, penting untuk memahami secara komprehensif apa yang terjadi.

Hakikatnya, manusia bertindak berdasarkan pemikirannya. Artinya ketika seseorang melakukan aksi pencabulan, maka pemikirannya menunjukkan bahwa seseorang tersebut tengah memiliki pandangan seks yang sangat kuat. Pandangan inilah yang mendorong seseorang nekat melakukan aksi cabul, meski pada keluarganya sendiri. Pandangan seks memang mendominasi banyak manusia hari ini, selain disebabkan banjirnya informasi, video, film, cerita-cerita yang menggejolakkan syahwat juga disebabkan pandangan Barat bahwa seks adalah kebutuhan yang harus dipenuhi. Barat memandang bahaya jika seks tidak dipenuhi. Karena itu wajar ada pengarusan pandangan seks melalui tontonan-tontonan.

Umat Islam harus sadar, jangan terjerat dengan pandangan rusak tersebut, juga harus menghindari dan menghilangkan segala hal yang menggejolakkan syahwat. Ketahuilah bahwa pengarusan pandangan seks adalah bagian dari cara Barat menjauhkan umat Islam dari agamanya, sebagaimana yang dikatakan William Ewart Gladstone (1809-1898), mantan PM Inggris “Percuma kita memerangi umat Islam, dan tidak akan mampu menguasasinya selama di dalam dada pemuda-pemuda Islam bertengger Al-Qur’an. Tugas kita sekarang adalah mencabut Al-Qur’an dari hati mereka, baru kita akan menang dan menguasai mereka. Minuman keras dan musik lebih menghancurkan umat Muhammad dari pada seribu meriam. Oleh karena itu tanamkanlah ke dalam hati mereka rasa cinta terhadap materi dan seks.”  

Solusi tuntas terhadap masalah pencabulan adalah harus mengubah cara pandang kebanyakan manusia, artinya harus menghilangkan pandangan seks ala Barat, diganti dengan pandangan Islam yang benar. Pandangan Islam yaitu bahwa laki-laki dan perempuan boleh berinteraksi dalam rangka bekerjasama, saling tolong menolong, tidak boleh ada pandangan 'kamu laki-laki' bagi perempuan atau 'kamu perempuan' bagi laki-laki dalam sistem sosial. Karena pandangan semacam ini dapat menimbulkan peluang munculnya rasa suka sebagaimana hubungan laki-laki dan perempuan. Pandangan harus dibatasi sebatas pada interaksi yang tengah dijalani, misalnya sedang bertransaksi barang jualan maka cukup masalah transaksi tersebut, tidak boleh interaksi yang dilakukan sampai ke ranah privasi seperti  bertanya rumahnya dimana, sekolah dimana dan sebagainya. Dalam Islam juga jelas ada pengaturan terhadap cara berpakaian bagi laki-laki dan perempuan yang tujuannya juga untuk menjaga agar tidak menggejolakkan syahwat. Syariah terhadap laki-laki yang juga harus menundukkan pandangan. Islam juga jelas melarang tegas adanya video-video yang mengundang syahwat. Dengan semua pengaturan-pengaturan ini, tentu kasus-kasus pencabulan tidak akan marak terjadi.

Semua pengaturan Islam di atas hanya bisa diterapkan melalui sistem pemerintahan Islam yakni khilafah, bahkan melalui sistem pemerintahan Islam inilah sanksi yang menimbulkan jera dan menghilangkan dosa dari Islam bisa dilaksanakan kepada para pelaku. Sesungguhnya pelaksanaan syariah ini, menjadi kewajiban semua umat Islam, tetapi hal ini tidak bisa dilaksanakan karena tidak adanya sistem pemerintahan Islam, maka umat Islam harus mewujudkan sistem pemerintahan Islam bersama-sama. Dengan begitu, syariah Islam yang menjaga, adil, tegas  dapat dirasakan. Umat Islam akan terhindar dari segala pandangan yang merusak serta bahaya-bahaya tindakan kejahatan lainnya.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations