Oleh : Lilik Yani
Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban

Indahnya syariat Islam bisa dirasakan ketika sudah diterapkan. Perlu upaya maksimal dengan menanamkan syariat sejak anak usia dini. Agar tumbuh habits yang nantinya membawa pada ketaatan.

Hanya saja penerapan syariat sejak anak-anak masih kecil menimbulkan perbedaan pendapat. Ada kelompok yang menganggap bahwa ini sebagai tindakan pemaksaan yang tidak memberi kesempatan pada anak untuk memilih.

Dilansir dari FAJAR.CO.ID – DW Indonesia dihujat lantaran membuat konten video yang mengulas tentang sisi negatif anak pakai jilbab sejak kecil.

Dalam video itu, DW Indonesia mewawancarai perempuan yang mewajibkan putrinya mengenakan hijab sejak kecil. DW Indonesia juga mewawancarai psikolog Rahajeng Ika. Ia menanyakan dampak psikologis bagi anak-anak yang sejak kecil diharuskan memakai ilbab.

“Mereka menggunakan atau memakai sesuatu tapi belum paham betul konsekuensi dari pemakaiannya itu,” kata Rahaeng Ika menjawab pertanyaan DW Indonesia.

“Permasalahannya apabila di kemudian hari bergaul dengan teman-temannya, kemudian agak punya pandangan yang mungkin berbeda, boleh jadi dia mengalami kebingungan, apakah dengan dia pakaian begitu berarti dia punya batasan tertentu untuk bergaul,” tambahnya.

DW Indonesia juga mewawancarai feminis muslim, Darol Mahmada tentang dampak sosial anak yang diharuskan memakai hijab sejak kecil.

Menurut Darol Mahmada, wajar-wajar saja seorang ibu atau guru mengharuskan anak memakai hijab sejak kecil.

“Tetapi kekhawatiran saya sebenarnya lebih kepada membawa pola pikir si anak itu menjadi eksklusif karena dari sejak kecil dia ditanamkan untuk misalnya “berbeda” dengan yang lain,” kata Darol Mahmada.

Konten video ini dibagikan DW Indonesia melalui akun Twitternya, @dw_indonesia pada Jumat (25/9).

“Apakah anak-anak yang dipakaikan #jilbab itu memiliki pilihan atas apa yang ingin ia kenakan?,” tulis DW Indonesia.

Melihat fakta tersebut, umat Islam melakukan reaksi. Tak rela jika ajaran agama Islam dilecehkan. Islam sebagai agama paripurna dengan aturan lengkap mengatasi segala masalah kehidupan. Termasuk aturan pakaian wanita muslimah.

Syariat itu dibuat oleh Allah yang paling paham kondisi hambaNya. Semua syariat sudah diukur kekuatannya. Jika pakaian muslimah adalah jilbab dan khimar, maka itu pun sudah cocok dengan muslimah di mana pun berada. Dipakai untuk aktivitas apapun, selama keluar rumah maka pakaian itu yang digunakan.

Syariat itu diwajibkan ketika muslimah sudah baligh. Hanya saja harus dibiasakan sejak kecil agar terbentuk habits. Hingga ketika anak masuk usia baligh maka saat pena berjalan maka anak sudah terbiasa dan tidak merasa keberatan dengan kewajiban yang dibebankan.

Itulah mengapa orangtua muslim sudah membiasakan anak-anak perempuannya dengan pakaian syar'i. Dalam hal ini sebenarnya bukan hanya syariat jilbab saja. Namun syariat-syariat lain seperti sholat, puasa, zakat, sedekah, membaca al Qur'an juga sudah dibiasakan sejak kecil. Dengan harapan akan tumbuh kebiasaan baik.

Seperti Sabda Rasulullah saw,

"Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka." (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Irwa'uGhalil, no. 247)

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata dalam kitab Al-Mughni (1/357)

"Perintah dan pengajaran ini berlaku bagi anak-anak agar mereka terbiasa melakukan shalat dan tidak meninggalkannya ketika sudah baligh."

Demikianlah Islam mengajarkan, penanaman syariat sejak kecilitu sebagai bentuk latihan. Karena untuk menjalankan kewajiban itu terkadang tidak mudah. Melewati jatuh bangun saat menjalaninya.

Namun jika sudah dilatih sejak usia dini, maka pada diri anak sudah tumbuh habits. Pada saat baligh, beban taklif diberikan, anak akan menjalankan dengan nyaman. Konsekuensi sebagai orang beriman adalah menjalankan ketaatan kepada Allah Sang Pemilik kehidupan.

Wallahu a'lam bish shawwab.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations