Oleh: Amalidatul Ilmi S.Pd
Pengampu MT Sobat Surga Remaja Gresik

Menteri Agama Fachrul Razi telah menyatakan bahwa pihaknya telah resmi menghapus konten terkait ajaran radikal dalam 155 buku pelajaran agama Islam.

Dalam buku agama Islam yang akan digunakan dalam tahun ajaran 2020/2021 ini masih terdapat materi soal Khilafah dan Nasionalisme. Namun, dijelaskan bahwa Khilafah sudah tak relevan lagi di Indonesia. (makasar.terkini.id 2/7/2020)

Sikap Kemenag dengan merombak materi Khilafah merupakan penyesatan sistematis terhadap ajaran Islam. Sekaligus mengkonfirmasi Islampobia akut dalam tubuh rezim.

Kebijakan ini menghasilkan kurikulum pendidikan sekuler yang anti Islam. Kurikulum yang seharusnya mengarahkan anak umat untuk memperjuangkan Islam justru diganti dengan materi yang mendorong mereka untuk mengganti Islam dengan sistem buatan manusia.

Sebagaimana dipahami Khilafah adalah sistem pemerintahan yang telah diwariskan oleh Rasulullah saw. Sanad tentang kekhilafahan sampai ke beliau. Sedangkan sistem demokrasi-kapitalis-sekuler yang diterapkan di Indonesia saat ini adalah sistem buatan manusia. Sanadnya dari bangsa Yunani yang ironisnya kini nyaris hancur akibat krisis parah.

Adapun pernyataan bahwa hal tersebut tidak relevan untuk zaman sekarang merupakan kesalahan fatal. Karena Islam, termasuk salah satunya ajaran tentang Khilafah adalah ajaran yang diturunkan Allah SWT untuk seluruh umat manusia tanpa terkecuali. Maka Islam sangatlah cocok dan pas diterapkan di seluruh tempat dan zaman.


Moderasi Beragama Upaya Mendistorsi Ajaran Islam

Program penguatan moderasi beragama seakan menggiring opini bahwa lawan dari radikal adalah moderat. Seolah-olah radikal itu buruk dan karenanya menjadi muslim haram radikal.

Kemudian ajaran-ajaran yang dipandang radikal menurut versi penguasa harus dimusnahkan. Padahal tuntutan moderasi dalam berjalan tidak memiliki landasan filosofis, teologis bahkan ideologis.

Islam memerintahkan umatnya untuk berislam secara kaffah sebagaimana dalam surat Al-baqarah ayat 208. Islam dijalankan dalam seluruh aspek kehidupan. Baik dalam keluarga, masyrakat juga negara. 


Islam yang Kaffah Terbukti Mewujudkan Kurikulum Pendidikan Terbaik Sepanjang Masa

Demikianlah pendidikan sekuler hari ini yang hanya melahirkan Kurikulum sekuler yang menjauhkan umat Islam dari ajaran agama mereka sendiri. Termasuk ajaran jihad dan Khilafah.

Padahal dua ajaran tersebut adalah kekuatan terbesar kaum muslimin yang pernah membangun peradaban Islam. Maka kurikulum sekuler wajib digantikan dengan kurikulum pendidikan Islam. Hanya saja kurikulum pendidikan Islam lahir dari Institusi Islam yakni Khilafah.

Pemerintahan Islam menjadikan Kurikulum pendidikan wajib berlandaskan akidah Islam. Seluruh materi pelajaran dan metode pengamatannya disusun agar tidak menyimpang dari landasan tersebut.

Tujuan dari pendidikan dalam Islam adalah membentuk Syaksiyah Islam (kepribadian Islam) dan membekali peserta didik dengan ilmu serta pengetahuan yang berhubungan dengan masalah kehidupan.

Landasan setiap ilmu pengetahuan didapatkan peserta didik dalam negara Khilafah baik pengetahuan yang terpancar dari akidah Islam. Seperti pemikiran tentang akidah dan hukum-hukum syara'. Maupun pengetahuan yang didasari atas akidah Islam. Seperti sejarah dan ilmu-ilmu lainnya yang harus merujuk pada akidah Islam.

Karena itu materi pengajaran tidak keluar dari dua hal

1. Ilmu pengetahuan sains (ilmiyah) untuk pengembangan akal. Agar manusia dapat menetapkan hukum atas perkataan, pembuatan dan suatu benda dari sisi gajrw dan karakteristiknya. 

Serta kesesuaiannya dengan fitrah manusia. Seperti ilmu kimia, fisika, ilmu astronomi, matematika dengan ilmu terapan lainnya. Ilmu tersebut tidak berhubungan langsung dengan kepribadian Islam.

2. Ilmu pengetahuan tentang hukum syara'. Menhenai perkataan, perbuatan dan suatu benda dari sisi penjelasan hukum syariat taklifi. Yaitu wajib, mandhub (sunnah), mubah, makruh dan haram. 

Atau dari penjelasan hukum syara' wadh'i yaitu sebab, syarat, mani', rukhsah, 'azimah, shahih, bathil dan fasid. Ilmu pengetahuan inilah yang akan membentuk pola pikir dan pola sikap islami yakni kepribadian Islam (Syaksiyah Islam).

Maka dengan itulah Khilafah lah satu-satunya wujud negara yang mampu mewujudkan pendidikan berkualitas unggul. Inilah sistem yang pantas kita rindukan dan perjuangkan. Wallahua'lam bishowab.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations