Oleh: Watinah

Ibu adalah manusia yang Allah ciptakan dangan segala keunikan dan kekuatan yang sangat luar biasa. Seorang ibu rela mengorbankan nyawa demi melahirkan anak - anaknya.

Dia juga rela menahan lapar agar semua anak- anaknya kenyang. Selama sembilan bulan ibu mengandung anak- anaknya dengan lemah dan bertambah lemah, tapi dia rela demi  untuk melihat buah hati hadir dalam hidupnya. Selama dua tahun ibu menyusui anak- anaknya, agar mereka tumbuh menjadi dewasa, dan berharap agar anaknya menjadi manusia yang berguna buat bangsa dan agama.

Dengan sabar ibu melatih anaknya untuk bisa berjalan walau harus meninggalkan semua pekerjaan. Dan ibu orang pertama yang paling bahagia ketika anaknya bisa berjalan. Kata demi kata ibu ajarkan kepada anaknya, sehingga anak pandai bicara. Sungguh pengorbanan ibu tidak ada tandingannya. Seorang ibu tidak pernah mengharapkan imbalan apa- apa dari anak- anaknya, bagi ibu kebahagian anak adalah segala - galanya.

Tapi kadang pengorbanan ibu tidak pernah dihargai oleh anak- anaknya, sehingga tidak sedikit anak yang menyakiti hati ibunya. Seperti kejadian di Demak, seorang anak melaporkan ibu kandungnya ke polisi, hanya gara - gara masalah baju . Kini sang ibu yang berinisial S ( 36)  mendekam dalam tahanan Polsek  Demak. Walau pada akhirnya tuntutan itu dicabut, tapi apa yang dilakukan sang anak- sungguh sangat menyedihkan.

Dari TRIBUN NEWS, COM,  Lombok- M (40), warga asal Lombok Tengah, NTB datang ke Mapolres Lombok Tengah hendak melaporkan ibu kandungnya KA  (60), gara- gara harta warisan. Namun laporan tersebut ditolak oleh pihak Kapolres Lombok Tengah.

Miris, perseteruan antara anak dan ibu seharusnya tidak akan pernah terjadi, apabila masing- masing menyadari hak dan kewajibannya.  Dimana anak berkewjiban berbakti kepada ibunya, dan seorang ibu berkewjiban mengurus dan mendidik anak- anaknya. Tapi kondisi ini sulit untuk didapat kan dalam sistem kapitalis liberal. Keharmonisan keluarga menjadi barang yang sangat langka. Ikatan keluarga hanya sebatas materi belaka, mereka bebas melakukan apa yang sesuai dengan kehendak mereka. Sehingga anak bebas melakukan apa saja yang mereka suka dan ibupun tak jauh berbeda.

ANAK DURHAKA SALAH SIAPA???

Anak diibaratkan sebagai kertas putih, kita bisa menuliskan apa saja didalamnya. Kita bisa membuat mereka menjadi individu yang taat atau individu yang penuh maksiat. Sebenarnya ada beberapa faktor yang membentuk kepribadian anak- anak, bukan hanya dari pihak orang tua saja tapi peran masyarakat dan negara juga ikut serta.

Orang tua berkewajiban mendidik anaknya, agar mereka tahu dan nelaksanakan semua kewajibannya. Menjadikan anak yang mengenal penciptanya, dan selalu taat dengan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangannya.

Peran masyarakat juga sangat menentukan kepribadian anak, dimana ada kontrol masyarakat untuk ikut serta mengawasi anak- anak. Masyarakat bersama- sama saling mengawasi aktifitas anak dan tak segan untuk menegurnya, ketika mereka melakukan kesalahan.

Dan tak kalah penting adalah peran negara, negara akan memberikan pendidikan dengan kurikulum yang sesuai dengan aqidah islam. Sehingga menjadi anak yang berakhlak mulia dan bukan hanya mengejar angka.

Tapi semua itu susah dilakukan dalam sistem kapitalis liberal. Anak bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan. Mereka tak peduli walau harus melanggar aturan. Yang terpenting  bagi mereka, bisa hidup bebas tanpa ada yang melarang. Dalam sistem ini orang tua tidak bisa mendidik anak secara maksimal, karena terbentur dengan Undang- undang HAM. Atas nama HAM anak boleh tidak menuruti semua perintah orang tua. Makanya tidak heran bila saat ini kasus anak yang melaporkan ibu kandungnya semakin meningkat. Seperti contoh,  ketika orang tua melarang anaknya berpacaran, sang anak lari dan minta perlindungan ke komnas HAM. Ketika orang tua memaksa anak untuk sholat dan menutup aurat, mereka lapor ke komnas HAM atas dasar pemaksaan. Padahal dalam islam orang tua boleh memukul anaknya ketika sudah berumur 10tahun tidak mau menjalankan sholat. Tapi justru saat ini seorang ibu akan dipenjarakan ketika ingin melaksanakan kewajiban dalam mendidik anaknya.

Dalam islam seorang ibu sangat dimuliakan, sehingga kita harus mematuhi semua perintahnya selama bukan untuk maksiat. Sehingga kita tidak boleh berucap " ah" terhadapnya. Karena Ridho Allah karena Ridho dari mereka.

Dari Abu Hurairah ra, Risulullah SAW berkata, " wahai Rasulullah, kepada siapa aku harus berbakti pertama kali? ' Nabi SAW menjawab, ' ibumu!'. Dan orang tersebut kembali bertanya,' kemudian siapa lagi?' Nabi SAW menjawab,' ibumu!' Orang tersebut bertanya kembali, 'kemudian siapa lagi?' Beliau menjawab,' ibumu! ' orang tersebut bertanya kembali,' kemudian siapa lagi? ' Nabi SAW menjawab,' kemudian ayahmu' . ( HR. Bukhari dan Muslim: 5971).

Wallahu a'lam bishowab.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations