Oleh: Siti Anisa Ramdhania
Polsek Bogor Barat menyita ribuan botol miras di dua titik di kawasan Curug, Kelurahan Curuh, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Rabu (11/3/2020).
Harianmerapi

Selain itu, Kapolsek Bogor Barat, Kompol Sundarti juga tengah mendalami peredaran Miras secara online di wilayah hukumnya. Menurutnya, peredaran Miras online terlacak di Terminal Bubulak, dan mengantarkan orderannya kepada pelanggan dengan menggunakan motor. Saat hendak ditangkap, pelaku langsung membuang barang bukti dan melarikan diri. (Radar Bogor)

Tak hanya itu miras tersebut dijual secara online kepada para pelajar yang ada di Kota Bogor serta di pasok ke sejumlah warung-warung kelontong.

Distributor pemasok miras K (45) berhasil diamankan. Penangkapan K berawal dari pendalaman kasus razia miras yang dilakukan Polsek Bogor Barat usai menggerebeg salah satu warung penjual miras di Bubulak. 2.356 botol miras tersebut terdiri dari beberapa jenis diantaranya, Anggur Merah, Intisari, Vodca, Anggur Putih, Bir Hitam.

Saat ini ribuan botol kiras tersebut diamankan sebagai barang bukti sambil melakukan pemeriksaan terhadap K yang merupakan bandar miras di wilayahnya.

Pengakuan K, miras tersebut biasanya disalurkannya ke sejumlah warung kelontong di seluruh pelosok Kota Hujan. Ia juga mengatakan, baru menjual barang haram tersebut selama enam bulan kebelakang ini. Dia juga mengatakan, miras itu dia dapatkan langsung dari agen distributor dari Jakarta. (metropolitan.id)

Ya begitulah hidup di zaman yg serba digital semua di permudah dalam melakukan aktivitas perdagangan dengan adanya dukungan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat. Di zaman kapitalis demokrasi ini semua  dapat dengan mudah melakukan segala macam cara demi meraih keuntungan sebanyak-banyaknya untuk memenuhi kebutuhan hidup nya dengan cara yg Allah larang tanpa melihat halal dan haram. 

Bahkan penjual miras saja tidak mempedulikan efek dari konsumsi miras oleh pembelinya.  Mereka hanya menerapkan prinsip berdagang ala kapitalis yaitu dimana ada permintaan, disitu ada penawaran. 

Peredaran Miras secara bebas via medsos yang begitu mudah tidak luput dari penerapan sistem kapitalis demokrasi yang telah mengatur negeri ini. Yang di mana sistem ini melahirkan prinsip-prinsip yang tak beradab, sistem yang rusak dan merusak ini harus segera diakhiri dan diganti dengan sistem khilafah yang mewajibkan manusia untuk menjaga dari segala sesuatu yang merusak akal. Seperti miras, narkoba, dll.

Dalam Islam, sesuatu yang haram maka memperjualbelikannya juga haram.

Adapun dalil keharamannya di dalam Al-Qur’an adalah sebagai berikut.


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. (Q.S. Al-Maidah: 90-91)

اِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطٰنُ اَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاۤءَ فِى الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ فَهَلْ اَنْتُمْ مُّنْتَهُوْنَ

Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat, maka tidakkah kamu mau berhenti?

Maka dari itu sudah seharusnya umat menyadari betapa rusaknya jika sistem kufur terus-menerus mengatur negeri ini. Semua permasalahan umat akan terselesaikan serta untuk mengimplementasikan hal ini hanya bisa jika diterapkan sistem Khilafah.

Wallahu'alam bishawab.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations