Oleh : Fathiyya Ahmad

Sungguh sangat miris dan sangat meprihatinkan nasib masa depan bangsa ini. Pasalnya baru saja pemerintah mengeluarkan aturan pemerintah pemerintah daerah dan sekolah negeri soal seragam beratribut agama. Aturan yang tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri itu menyatakan, pemda maupun sekolah tidak diperbolehkan untuk mewajibkan atau melarang murid mengenakan seragam beratribut agama. SKB tersebut ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/05/073300165/poin-lengkap-skb-3-menteri-soal-seragam-sekolah-aturan-hingga-sanksi?page=all

Bila kita telisik, pemicu keluarnya SKB 3 ini adalah kasus jilbab di Padang. Isu “Jilbab Padang” mencuat saat ada orang tua salah satu siswi non-Muslim yang keberatan putrinya “dipaksa” memakai jilbab di sekolahnya. Belakangan terungkap, siswi tersebut bernama Jeni Cahyani Hia. Ia merupakan salah satu siswi non-Muslim di sekolah tersebut. Ia memang menolak mengenakan jilbab. Video adu argumen antara orang tua Jeni dan pihak sekolah tentang penggunaan kerudung atau jilbab pun viral di media sosial .

https://news.detik.com/berita/d-5345362/kasus-siswi-nonmuslim-pakai-jilbab-kepala-smk-negeri-2-padang-minta-maaf

Terkait SKB 3 yang diluncurkan oleh pemerintah, jelas menunjukkan bahwa negeri ini semakin sekuler (bebas ). Bukan hanya itu ,aturan SKB 3 yang diluncurkan juga menunjukkan bahwa bangsa ini kritis pemahaman bahwa Islam bisa menjadi rahmatan lilalamin jika diterapkan dalam kehidupan. Sungguh aturan yang dibuat oleh ketiga Menteri itu semakin membuat peluang besar agar manusia jauh dari ketaatan kepada Allah.Selain itu SKB 3 yang diluncurkan oleh pemerintah bukanlah sebuah solusi. Justru SKB ini mendorong manusia semakin berperilaku bebas dengan sebebas bebasnya karena didukung oleh sistem yang mendukung adanya kebebasan berperilaku.

Bila negara mau menyadari satu-satunya aturan yang bisa menjadikan solusi dari segala permasalahan yang dihadapai bangsa ini hanyalah bersumber dari Islam. Namun hari ini negara justru sangat phobi dengan penerapan aturan-aturan Islam ditengah -tengah masyarakat. Maka dari kasus yang terjadi hari ini, butuh adanya pemahaman ditengah-tengah masyarakat yang memahamkan aturan Islam secara kaffah dengan benar. Dan menjelaskan bagaimana Islam mengatur kehidupan ditengah-tengah masyarakat.

Negara harus sadar bahwa konflik terjadi hari ini karena negara masih mempertahankan sistem sekuler yang diterapkan, sehingga memunculkan berbagai konflik ditengah-tengah masyarakat. Oleh sebab itu konflik yang dialami negara hari ini baik urusan masyarakat, hukuman, politik dan lainnya tidak akan pernah menemukan solusi yang hakiki kecuali negara ini menerapkan aturan yang bersumber Islam yaitu melalui penerapan Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations