Oleh: Siti Aminah

Islam memberikan hukuman tegas bagi pelaku homoseksual. Bahkan, sejarah mencatat Khalid bin Walid pernah mengeksekusi mati pelaku homoseksual. Khalid bin Walid pernah menemui pelaku homoseks di salah satu daerah di pinggiran Arab. Seorang pria dinikahi (disetubuhi) sebagaimana halnya wanita.

Dikutip dari buku Ad-Daa wad Dawaa karya Ibnu Qayyimal-Jauziyyah, Khalid bin Walid menulis surat kepada Abu Bakar ash-Shiddiq RA tentang peristiwa ini. Abu Bakar lalu bermusyawarah dengan para sahabat. Ketik aitu, pendapat yang paling dominan dalam masalah ini adalah milik Ali bin Abi Thalib. Dia berkata, "Tidak ada yang melakukan hal ini kecuali satu umat saja dan kalian telah mengetahui apa yang Allah SWT perbuat terhadap mereka. Oleh karena itu, aku berpendapat bahwa dia harus dibakar."

Lantas, Abu Bakar menuliskan hal tersebut kepada Khalid binWalid, hingga kemudian Khalid bin Walid pun membakar pelaku homo seks tersebut. (Riwayat al-Ajurri, al-Baihaqi, dan Ibnu Hazm).             

Abdullah bin Abbas berkata, "Dicari bangunan yang paling tinggi di daerah tersebut, lalu pelaku homoseks dilemparkan dari atasnya dalam kondisi terbalik (kepala di bawah dan kaki di atas), sambil dilempari dengan batu." (Riwayat ad-Duri, al-Ajurri, Ibnu Abi Syaibah, danal-Baihaqi).

Ibnu Abbas mengambil hukuman hadd tersebut dari hukuman Allah SWT kepada kaum Luth. Sahabat ini meriwayatkan dari Nabi SAW, bahwasanya beliau bersabda:

مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَقَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ

"Barang siapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth maka bunuhlah kedua pelakunya." (HR Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Hadits ini diriwayatkan para penyusun kitab Sunan, serta disahihkan Ibnu Hibban dan selainnya. Imam Ahmad juga berdalil dengan hadits ini. Sanadnya sesuai dengan syarat al-Bukhari. 

Mereka melanjutkan, "Telah ditetapkan hadits dari Nabi SAW beliau bersabda: 

لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَقَوْمِ لُوطٍ, لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ, لَعَنَ اللَّهُمَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ

"Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth. Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth. Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth."

Laknat sebanyak tiga kali dalam satu hadits tidak terdapat untuk pelaku zina. Nabi juga melaknat sejumlah pelaku dosa besar, tetapi tidak pernah mengucapkan laknat lebih dari sekali. Namun, beliau melaknat pelaku homoseks dan menegaskannya sebanyak tiga kali. Para sahabat Nabi SAW sepakat bahwa hukuman pelaku homoseks adalah dibunuh. Tidak ada sahabat yang berselisih dalam hal ini.

Abu Bakar ash-Shiddiq, Ali bin Abi Thalib, Khalid binal-Walid, Abdullah bin az-Zubair, Abdullah bin Abbas, Jabir bin Zaid, Abdullab bin Mamar, az-Zuhri, Rabiah bin Abdurrahman, dan Malik. Demikian pula Ishaq bin Rahawaih, Imam Ahmad berdasarkan riwayat yang paling sahih dari dua riwayat yang datang dari beiiau-dan asy-Syafii dalam salah satu pendapatnya, mereka semua berpendapat bahwa hukuman homoseks lebih berat dari pada hukuman zina.

Pendapat ini menyatakan bahwa hukuman homo seks adalah dibunuh, bagaimanapun keadaan pelakunya, baik muhshan (sudah menikah) maupun bukan.

Dulu perilaku mirip kaum sodom ini dianggap kriminalitas dan dihukum dengan hukuman yang sangat berat yaitu dibunuh sedangkan saat ini perbuatan tercela seperti kaum sodom sudah dianggap biasa, tidak ada hukuman bagi kaum sodom mereka bebas berbuat sesukanya.

Bahkan perbuatan mereka dipromosikan oleh Deddy Corbuzier, seorang public figure. Dalam podcast-nya ia mengundang pasangan gay yang sudah menikah di Jerman. Judul yang dipampang pun provokatif dan seolah menantang umat Muslim di Indonesia: Tutorial Menjadi Gay di Indonesia!

Ini bukan kali pertama Deddy Corbuzier menayangkan konten LGBT. Ada beberapa judul yang pernah tayang dalam podcast-nya yang terang-terangan mengkampanyekan LGBT. Namun, baru kali ini kecaman keras datang dari berbagai pihak.

Sampai hari ini tak ada tindakan hukum terhadap Deddy Corbuzier, ataupun terhadap tayangan podcast-nya. Seolah-olah hukum di negeri ini menyetujui atau bahkan melindungi eksistensi perilaku keji ini

Seperti dalam Twitter Mahfud MD yang menyatakan bahwa tidak bisa menghukum kaum sodom karena belum ada hukumnya "mengatakan bahwa Pemahaman Anda bukan pemahaman hukum. Coba saya tanya balik: mau dijerat dgn UU nomer berapa Deddy dan pelaku LGBT? Nilai-nilai Pancasila itu belum semua menjadi hukum. Demokrasi harus diatur dengan hukum (nomokrasi). Nah LGBT dan penyiarnya itu belum dilarang oleh hukum. Jadi ini bukan kasus hukum"

Apa yang dikatakan oleh Mahfud MD ini menandakan bahwa kasus keji seperti ini tidak bisa dijerat oleh hukum karena hukumnya belum dibuat. Ini karena aturan diserahkan pada manusia, pembuat hukum adalah manusia, sesuatu pantas dihukum atau tidak hanya dibatasi oleh pemikiran manusia yang terbatas.

Hukum seperti ini tidak mampu menyelesaikan masalah. Jadi seharusnya hukum dikembalikan kepada hukum Allah SWT yang konkrit mengatur seluruh aspek kehidupan.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations