Oleh : Nunung
Aktivis Dakwah

Konon, di antara fenomena atau tanda-tanda akhir zaman yang paling banyak terjadi adalah mudahnya kematian, serta tidak berbaktinya seorang anak kepada kedua ibu bapaknya.

Lebih-lebih apabila orang tuanya telah memasuki usia senja, anak menganggap orang tua hanya bikin susah saja. Demikian merepotkan. Perintah al-Qurân untuk memuliakan orang tua, menyayangi serta berbakti kepada keduanya, sepertinya tidak sampai kepada telinga-telinga tuli mereka.

Lagi lagi, sistem kapitalime melalui sekularismenya, bukan hanya menjauhkan agama dalam kehidupan, namun juga menjauhkan sifat welas asih serta cinta kasih anak terhadap orang tuanya.

Seperti banyak kasus terjadi, bagaimana seorang ayah tega dibuang oleh anaknya dengan alasan ekonomi. Pun demikian, seorang ibu ditinggalkan sendirian oleh anak perempuannya di depan sebuah mini market, disuruh belanja dan dijanjikan akan dijemput lagi namun si anak tak kunjung menjemput. Kemudian kasus lainnya seorang anak menggugat ayah ibunya yang masih menempati rumahnya sendiri, lalu diusir dengan tanpa perasaan. Inilah sekelumit kecil dari fenomena su-ul akhlaq yang konon di antaranya menjadi penanda akhir zaman, yang lagi marak terjadi di negeri mayoritas Islam ini. Na'udzubillaahi min dzâlik.

Siapa yang salah?

Apakah minimnya tata nilai agama yang menggerus akhlak dan sense of humanity individu, ataukah efek abainya negara dalam meriayah rakyatnya?

Dalam Islam, ketika ada seorang ibu yang menangis karena enggan melepas anaknya yang hendak berangkat untuk jihad sunnah (bukan jihad yang diwajibkan atau diperintahkan Daulah), maka Rasûlulláh memerintahkan kepada anak tersebut untuk kembali pulang ke rumahnya, lalu disuruhnya untuk membuat ibunya tertawa sebagaimana ia telah membuat ibunya menangis. Begitulah Islam.

Bagaimana bisa seorang Kepala Negara untuk hal-hal remeh temeh seperti ini saja demikian peka dan perhatiannya? Tidakkah kita rindu pemerintahan, kepala pemerintahan, dan periayahan seperti ini lagi? Semoga saja Allâh Ta'âlâ  wujudkan hal ini tidak lama lagi. Sebab keshalihan atau keburukan individu, langsung tidak langsung, dirasa atau tidak dirasa, tergantung, terikat, dan terpola oleh sistem yang berlaku pada saat itu. 

Wallaahu A'lam bish-shawâb

YOUR REACTION?

Facebook Conversations