Oleh: Yuni Fauziah

Kabar mencengangkan datang dari nusa tenggara timur Setelah sebelumnya Pulau Komodo hendak ditutup dengan alasan untuk memulihkan kembali ekosistem di pulau tersebut kini Pulau Rinca yang juga merupakan habitat hewan komodo ditutup sementara untuk melaksanakan proyek geopark pada Pulau Rinca.

Proyek ini dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo. Beliau menilai bahwa proyek ini penting dilakukan sebagai upaya untuk menata kawasan dan membangun fasilitas-fasilitas pendukung untuk membuatnya menjadi kawasan pariwisata yang unggul dan berkualitas.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan pemerintahakan tetap mempromosikan pariwisata komodo di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia meyakinkan, pembangunan yang dilakukan di destinasi pariwisata tersebut dilakukan untuk bisa menjaga keberlangsungan hewan langka tersebut.

"Komodo ini satu-satunya di dunia jadi kita harus jual," ucapnya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Jakarta pada jum’at 27/11/2020., (galamedianews.com)

Namun Apakah menjaga keberlangsungan makhluk hidup harus dengan mengeksplorasi dan mengeksploitasi habitat komodo itu sendiri?

pembangunan pariwisata di pulau komodo ini  tidak hanyamerugikan manusia dan alam tapi juga mengalihkan fungsi dari pengelolaan sumber daya alam yang memberi pemasukan besar bagi para korporat.

Hal ini tentu sajaterjadi atas dasar pemikiran kapitalis liberal yang merusak, materi dijadikannya tolak ukur dari segala sesuatu, dan segala yang bermanfaat akan dieksploitasi tanpa memikirkan halal haram segala sesuatu.

Hal diatas membuktikan bahwasanya system demokrasi kapitalis ini sarat akan kepentingan, pengambilan kebijakan yang berputar pada segelintir orang yang memiliki modal karna merekalah yang dengan mudah membantu para pejabat untuk memperoleh bangku kekuasaan yang di inginkannya itu, jadi wajar saja mereka tidak peduli dengan jeritan rakyat yang kesusahan.

Maka tidak heran, walupun sumber daya alam yang berlimpah ruah di negeri ini, namun parawisata dijadikan salah satu andalan pemerintah untuk memperoleh pendapatan negara.

Karena negara hanya berperan sebagai regsilator dan fasilisator, sedangkan pengelolaan Sumber Daya Alam diserahkan kepada swasta atapun invertor.

Berbeda dengan konsep kapitalis yang hanya memikirkan kepentingan para kapital saja, konsep islam menjadikan hima sebagai wilayah konservasi untuk menjaga keseimbangan alam. Karna Hima merupakan zona yang tak boleh disentuh atau digunakan untuk apa pun bagi kepentingan manusia. Tempat tersebut digunakan sebagai konservasi alam, baik untuk kehidupan binatang liar maupun tumbuh-tumbuhan.

Sebagaimana Rasulullah SAW, para Khalifah menetapkan pula beberapa hima. Khalifah Umar Ibn Khattab, misalnya, menetapkan  Hima al-Syaraf  dan Hima al-Rabdah yang cukup luas didekat Dariyah, sedangkan Khalifah Usman bin Affan memperluas  Hima al-Rabdah tersebut yang diriwayatkan mampu menampung 1000 ekor binatang setiap tahunnya. Maa shaa Allah

Waalahua’lam

YOUR REACTION?

Facebook Conversations