Oleh: Ika Bisanti Lathifah
Aktifis Muslimah

Setiap kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat pastinya mengidambakan keharmonisan. Namun sayangnya harapan itu sirna ketika pola pikir dan prilaku jauh bahkan menyimpang dari aturan agama.

Sistem sekularisme yang menjadi jantung kehidupan bermasyarakat, menjadikan hubungan antar anggota keluarga hanya sebatas materi belaka.

Seorang anak melaporkan ibu kandungnya ke polisi diKabupaten Demak, Jawa Tengah. Kini sang ibu yang berinisial S (36) mendekam dalam sel tahanan Polsek Demak Kota.

"Ditahan sejak kemarin di Polsek (Demak) Kota. Karena berkasnya sudah lengkap atau P 21," ujar kuasa hukum terlapor S (36), Haryanto saat dihubungi detikcom, Sabtu (9/1/2021).

Maraknya peristiwa pertengkaran, KDRT, perselingkuhan dan tindakan kriminal yang berujung maut menjadi tren dimasa kini. gambaran rumahku syurgaku yang menjadi tempat ternyaman justru menjadi petaka biduk rumah tangga.

Apa yang menyebabkan prilaku buruk anak kepada orangtua? bagaimana problematika ini teratasi dan keharmonisan bisa tercapai??

Ideologi sekularisme yang melahirkan perilaku liberal, telah mendogma setiap manusia untuk bebas semaunya dalam bertingkah laku. Anak ataupun orang tua merasa bebas melakukan aktivitas apa pun.

Adapun standar perbuatannya yang berasaskan manfaat, telah melahirkan jalinan hubungan hanya sebatas materi. Kasus seorang anak yang melaporkan ibunya hanya karena uang warisan 15 juta, misalnya.

Di samping itu sekulerisme telah melemahkan ajaran islam kaffah (menyeluruh). Islam hanya dijadikan sebagai ibadah ritual saja, islam tidak dijadikan sebagai pedoman hidup untuk mengatasi berbagai problematika. Maka wajar islam tidak mampu membentuk prilaku individu dan masyarakat.

Sesungguhnya pilar tengaknya islam ada 3, Yaitu ketakwaan individu, kontrol masyarakat, dan penerapan syariat oleh negara. Inilah yang membentuk masyarakat Islam, yang nantinya akan melahirkan generasi takwa dan berakhlakul karimah.

Pertama, ketakwaan individu. Individu memahami Islam kaffah dan menjadikan syariat sebagai penyelesaian berbagai masalah. Setiap anggota keluarga akan memahami hak dan kewajibannya masing-masing selaku suami istri.

Prilaku anak yang terlahir dengan pola asuh islam akan menjadikannya anak yang sholeh/sholehah, berakhlakul karimah, berbakti kepadakedua orang tua dan senantiasa mendoakan untuk kedua orang tuanya.

Kedua adalah kontrol masyarakat. Sikap inilah yang tidak dimiliki masyarakat sekulerisme (individualis). sikap amar ma'ruf nahi munkar, sikap menginggatkan dalam kebaikan, Selalu tertanam pada jiwa masyarakat islam. sehingga prilaku maksiat tidak larut berkepanjangan.

Dan ketiga adalah hadirnya peran negara dalam mempersiapkan perangkat, demi terwujudnya ketahanan keluarga, melalui penerapan syariat Islam secara kaffah.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations