Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim telah memberikan pernyataan resmi terkait pembukaan sekolah pada masa pandemi corona (COVID-19).

Oleh: Siti Anisa Ramdhania

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim telah memberikan pernyataan resmi terkait pembukaan sekolah pada masa pandemi corona (COVID-19). Nadiem memberikan izin kepada sekolah yang berada di zona hijau untuk dibuka kembali. (Wowkeren)

Sampai saat ini pandemi virus Covid-19 masih menghantui dunia . Tak hanya itu dampak nya sangat berpengaruh terhadap semua aspek salahsatunya di bidang pendidikan di Indonesia.  Keputusan menteri pendidikan justru menuai pro dan kontra. Apakah negara bisa menjamin ketika siswa harus bersekolah saat masih terjadi pandemi meskipun di zona hijau. Apakah akan aman atau justru malah akan menambah jumlah yg terkena positif virus Covid-19. Yg sampai saat ini virus Covid-19 belum mereda secara global.

Ya sungguh miris melihat pemerintah seperti nya hanya mementingkan kondisi perekonomian yg terus merosot akibat pandemi ini apalagi saat ini sudah melakukan kebijakan new normal di saat pandemi masih mengancam negeri ini . Artinya masyarakat boleh melakukan aktivitas secara normal tetapi harus mematuhi peraturan pemerintah dengan menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak . Selain itu pemerintah sedari awal tidak serius menyelesaikan persoalan terkait wabah virus Covid-19 dan tidak mementingkan keselamatan dan kesehatan rakyat nya. Akibatnya yg terkena positif virus Covid-19 kian menambah sampai saat ini.

Bagaimana menurut pandangan Islam ketika menghadapi bencana pandemi ini? Sebagai tindakan pencegahan, Rasulullah SAW memerintahkan untuk tidak berdekatan dengan penderitanya maupun wilayah yang terkena wabah. Konsep karantina wilayah ( lockdown ) ini seperti diungkapkannya dalam H.R Bukhari yang artinya: “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.”

Semua muslim harus mengetahui dan memahami bahwa hanya Allah SWT yang dapat memutuskan hidup dan mati hambaNya. Mereka tidak salah tentang ini, kan? Namun setidaknya kita mencoba yang terbaik untuk bertahan hidup, dan Allah SWT mencintai mereka yang berjuang dalam sesuatu.

Dari Al-Qur'an surah An-Nahl ayat 78, membuktikan bahwa Allah SWT memiliki satu-satunya kekuatan atas kematian dan kehidupan.

وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

"Dan Allah menarikmu keluar dari rahim ibumu tanpa mengetahui apa-apa, dan Dia membuatkan untukmu pendengaran, penglihatan, dan kecerdasan yang mungkin kau syukuri."

Dari ayat tersebut, umat Islam harus mengetahui bahwa sebagai manusia mereka diberikan pendengaran, penglihatan, dan kecerdasan. Artinya, untuk menghadapi pandemi ini, setiap muslim harus menggunakan ilmunya dengan bijak.

Ya semua itu tak lain adalah penerapan sistem kapitalis demokrasi yg rusak. Berbeda dengan aturan Islam yg berasal dari Wahyu Allah apapun persoalan umat pasti tentu akan di selesaikan dengan sebaik-baiknya. Karena hanya dengan sistem Islam lah satu-satunya solusi problematika umat.

Maka dari itu sudah seharusnya umat menyadari betapa rusaknya sistem kapitalis demokrasi mengatur negeri ini. Semua permasalahan umat akan terselesaikan serta untuk mengimplementasikan hal ini hanya bisa jika diterapkan dalam sistem Khilafah.

Wallahu'alam bishowab.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations