Oleh : Selviana
Aktivis Dakwah Kampus

Dilansir oleh Merdeka.com, (21/03/2021) Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan, sebanyak 64,7 persen anak muda menilai partai politik atau politisi di Indonesia tidak terlalu baik dalam mewakili aspirasi masyarakat.

Sebanyak 25,7 persen anak muda yang menilai para politisi sudah cukup baik mendengarkan aspirasi.

Hasil survei juga menunjukkan hanya 3 persen anak muda yang sangat percaya pada partai politik. Sebanyak 7 persen sama sekali tidak percaya. Sebanyak 54 persen anak muda masih percaya pada partai politik.

Melihat hasil survei anak muda di atas banyak yang tidak yakin dengan politik serta politisi yang mewakili suara rakyat, karena pada kenyataan di lapangan suara rakyat akan di kesampingkan dengan suara kepentingan.

Hal ini membuat anak muda bimbang dalam menetapkan pilihan, ingin percaya dengan politisi dan partai politik yang ada di era kapitalis , namun praktik di lapangan membuat mereka mengatakan tidak percaya. 

Akan tetapi kaum muda tetap berharap dan terus menggantungkan asa bahwa politik demokrasi mampu membawa perubahan yang lebih baik.

Muak dengan janji-janji manis para politisi,namun masih berharap keajaiban bahwa janji-janji yang di kampanyekan akan terealisasikan.

Pada kenyataannya praktik dari demokrasi tidak mampu membawa perubahan yang fundamental, hanya solusi parsial yang disuguhkan untuk menenangkan berbagai isu yang kontroversial sehingga membuat masyarakat dan khususnya kaum muda mulai menelaah bagaimana alur politik demokrasi.

Layaknya adagium "Tidak ada kawan dan lawan yang abadi dalam politik, yang ada hanya kepentingan abadi" ,maka tidak sedikit yang memandang bahwa politik itu kotor.

Namun bagaimana sebenarnya politik dalam Islam. Islam adalah agama yg sempurna. Sejak diturunkan 14 abad silam. Islam mengatur segala aspek kehidupan baik hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan dirinya sendiri maupun  manusia dengan manusia lainnya.

Sistem politik Islam, para politisi tidak bisa melakukan sesuai dengan kepentingan tanpa memikirkan rakyatnya.

Dalam sistem Islam kedaulatan itu adalah adalah milik syara' saja, sedangkan kekuasaan adalah milik ummat.

Bagi pemuda Islam faham politik Islam adalah sebuah keharusan agar bisa menghadapi tantangan kekinian yang bisa membelokkan mereka dari perubahan hakiki.

pemuda seharusnya bertindak dan jangan membiarkan politik kapitalis berkembang pesat hingga pikiran anak muda tentang politik adalah kotor.

Mari berkaca pada sejarah, bagaimana politik Islam berhasil membuat rakyatnya sejahtera. Sistem Islam yang berhasil menjadi negara adidaya selama 13 abad.

Islam dan Politik adalah satu tubuh yang tidak bisa di pisahkan. 

Wallahu A'lam bishowab

YOUR REACTION?

Facebook Conversations