Oleh: Puji Ummu Mush'ab
Aktivis Muslimah & Pendidik Generasi

Dalam webinar "Strategi Menangkal Radikalisme Pada Aparatur Sipil Negara" di kanal Youtube Kemenpan RB, pada hari Rabu, 2/9/2020 Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan Kemenag membentuk program penceramah bersertifikat dan dimulai pada bulan september tahun ini.

Sebanyak 8200 orang akan dicetak atau disertifikasi sebagai tahap awal. Fachrul Razi menegaskan bahwa sertifikasi penceramah bertujuan mencetak penceramah yang mempunyai bekal wawasan kebangsaan dan menjunjung tinggi ideologi pancasila serta mencegah penyebaran paham radikalisme ditempat-tempat ibadah. (m.cnnindonesia.com, 3/9/2020)

Program sertifikasi dai untuk mencegah radikalisme ini menunjukkan bentuk paranoid rezim sekuler. Rezim sekuler menganggap bahwa Islam memiliki ajaran radikal yang dapat membahayakan bangsa dan negara. Rezim saat ini sedang berusaha mengebiri ajaran Islam seperti khilafah, jihad, dan lainnya, karena dianggap radikal oleh rezim. Pengebirian ajaran Islam terlihat dari penghapusan materi perang dan jihad yang ada di buku materi pelajaran disekolah. Selain itu, statemen dari Menag yang mengatakan siapa saja yang mempunyai pemikiran tentang khilafah jangan diterima menjadi ASN. Sejatinya bukan radikal atau membahayakan bangsa dan negara yang ditakutkan oleh rezim sekuler, tetapi ajaran Islamlah yang dianggap mengganggu status quo kekuatan sekuler dan kapitalis yang sudah lama menjajah dan mengintervensi negeri.

Selain itu, secara essensial sertifikasi dai untuk mencegah paham radikalisme bertentangan dengan ajaran Islam. Dalam Islam setiap muslim wajib untuk berdakwah dimanapun berada dan kepada siapa saja. Dakwah adalah mengajak umat manusia ke jalan Allah, karena dalam dakwah itu sendiri menyerukan amar makruf nahi munkar. Dengan dakwah manusia dapat keluar dari kegelapan jaman jahiliyah menuju cahaya yang bersinar terang, yaitu Islam.

Program-program yang bertujuan untuk mencegah penyebaran paham radikalisme yang terjadi ini sebenarnya merupakan tindak lanjut dari proyek moderasi Islam. Proyek moderasi Islam merupakan proyek barat untuk menguasai dunia dengan sistem sekulerisme kapitalismenya. Moderasi Islam itu bagaimana Islam dimoderatkan, Islam tidak dilibatkan dalam mengatur urusan ranah publik. Islam hanya boleh ada di masjid, mengurusi etika, moralitas, mengatur urusan ibadah individu saja. Sementara, dalam pengurusan ranah publik Islam disingkirkan dan dijauhkan. Islam hanya diambil yang sesuai dengan kemauan dan kepentingan penguasa rezim sekuler. Dengan kata lain Islam moderat itu Islam yang disekulerkan.

Pandemi covid-19 yang semakin berlarut-larut, ancaman resesi ekonomi dan segala bentuk masalah serta carut marutnya di negeri ini tidak ada hubungannya dengan radikalisme atau penerapan Islam kaffah dalam sebuah institusi negara yaitu Khilafah. Semua yang terjadi disebabkan karena penerapan ideologi sekulerisme kapitalisme yang masih diemban oleh penguasa rezim hari ini dan membuat rakyat menderita. Oleh sebab itu, umat Islam harus bangkit dan bersatu untuk menerapkan Islam secara kaffah dalam naungan Khilafah Islamiyah. Umat manusia akan hidup sejahtera berada dalam naungannya.

Wallahua'lam bi ashawab.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations