Oleh: Safira M. Shalihah
Aktivis Mahasiswa

Podcast kontroversi Deddy Corbuzier beberapa waktu lalu masih panas diperbincangkan. Sejak awal diunggah, podcast tersebut mengundang perdebatan akibat judul dan topik yang diangkat.

Podcast berjudul "Tutorial Jadi G4y di Indo - Kami happy loh.. - Ragiland Fred" itu menceritakan kehidupan pasangan gay Ragil Mahardika yang merupakan pria asal Medan yang kini telah menjadi warga negara Jerman. Dia menikah dengan Frederick Vollert pada 2018. Netizen mengkritik keras lantaran poadcast yang diusung seolah mempromosikan kehidupan pasangan gay dan menggiring pada normalisasi L987. Menurut analisis Ismail Fahmi dari Drone Emprit, kecaman terhadap podcast tersebut sampai merambah ke twitter hingga muncul tagar #UnsubscribePodcastCorbuzier.

Perdebatan pro dan kontra terhadap L987Q di sosial media ini memang masih dominan opini kontra. Namun apakah dengan begitu akan menghentikan perilaku L987Q ini? Realitanya banyak yang beranggapan opini kontra menjadi massif karena yang diundang pasangan gay yang di mata netizen lebih banyak menimbulkan penyakit akibat aktivitas sodomi mereka. Padahal sebelumnya DC juga pernah mengundang orang-orang di komunitas ini termasuk pasangan lesbian dan transgender. Hanya saja tidak menimbulkan opini masif seperti saat ini.

Di sisi lain bagi aktivis L987 dari Crisis Response Mechanism (CRM), sebuah konsorsium yang menangani krisis terhadap kelompok minoritas seksual dan gender, Riska Carolina, menganggap kejadian ini dikhawatirkan akan menimbulkan diskriminasi dan tekanan bagi komunitas L987Q. Terlebih lagi, Riska khawatir kejadian ini akan menutup ruang diskusi terkait isu seksualitas dan gender, bahkan melanggengkan diskriminasi yang selama ini menghantui komunitas L987Q.(suara.com, 13/05/2022)

Sejatinya perilaku penyimpangan L987Q apapun jenisnya enah itu lesbian, gay, maupun transgender tetaplah haram. Parahnya kaum menyimpang ini justru ketika diseru kesalahannya malah menutut hak asasinya dan hal ini dilindungi di bawah payung liberalisme.

Allah jelas-jelas berfirman tentang perilaku penyimpangan orientasi seksual, “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala ia berkata kepada mereka, ‘Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu? [80]. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.'[81]” (QS Al-A’raf [7]: 80—81)

Dari Ibnu Abbas ra.bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi Luth. Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi Luth. (Beliau sampaikan sampai tiga kali.)” (HR Ahmad).

Ketika syariat sudah jelas menyebutkan larangannya, tentu kaum L987 ini seharusnya bertobat bukan diwadahi apalagi dinormalisasi. Seperti saat ini yang memang landasan kehidupannya kapitalis liberal, kartu “open minded” selalu digunakan untuk memaksa penyimpangan ini agar diterima. Lucunya, justru yang menentang L987 dianggap homophobic, rasis, tidak toleran. Seolah yang berpegang pada hukum syara’ itu salah, sedangkan yang open minded menerima penyimpangan L987 itu benar. Naudzubillah.

Menghentikan penyimpangan yang sudah mengarus seperti ini tidak cukup hanya adu debat opini di sosial media saja, namun harus mencari akar masalah dan menggantinya dengan solusi yang lebih baik. Jika penyebab maraknya penyimpangan ini akibat kebebasan, buah dari sistem kapitalisme maka sistem inilah yang dicabut. Ganti dengan satu-satunya aturan baik yang layak untuk manusia, yakni Islam. Islam akan mengatasi kaum L987 ini, jika mereka tidak mau bertobat setelah diedukasi maka sanksi tegas akan diberikan. Sebab jika keharaman seperti ini dibiarkan, selain mengundang azab Allah, juga mengundang semakin banyaknya pelaku penyimpangan. Islam juga akan menutup celah apapun yang bisa mengaruskan penyimpangan L987 termasuk, media, tontonan, buku, dan sebagainya.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations