Oleh: Watik Handayani, S.Pd.,
Anggota Komunitas Muslimah Menulis Depok

Penyelenggaraan Pilkada serentak diduga kuat merupakan salah satu pintu masuk melonjaknya penyebaran pandemi Covid-19.

Benar saja, seperti yang diberitakan Liputan6.com, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra mengungkapkan, ada ribuan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Pilkada 2020 yang dinyatakan reaktif virus corona atau Covid-19.

Hal itu berdasarkan data yang dikumpulkan dari 2-7 Desember. Sebanyak 79.241 dari total 1.739.618 petugas KPPS yang telah melakukan rapid test dinyatakan reaktif 10.087 orang diantaranya telah melakukan isolasi mandiri.

Ngeri sekali. Ternyata Pilkada serentak telah menambah cluster baru bagi penyebaran virus corona. Diperberat juga dengan bantuan sosial  untuk rakyat akibat pandemi tidak merata. Mereka juga diharuskan memilih calon pemimpin yang tak amanah. Itu semua menambah beban rakyat akibat terpapar Covid-19. Nasib rakyatpun seperti jatuh tertimpa tangga.

Walaupun Pilkada serentak telah menambah cluster baru, tapi pemerintah tetap saja menyelenggarakannya. Padahal ibadah, doa bersama saja dipermasalahkan, harus tetap dilaksanakan di rumah masing-masing. Itulah yang dilakukan penguasa kita saatini. Tak peduli dengan nasib rakyatnya. Itu semua dilakukan hanya demi jabatan menggebu, seperti tak ada hari untuk menikmati uang receh dunia.

Jika pemerintah tidak peduli dengan nasib rakyatnya, siapa lagi kalau bukan kita sendiri yang terus menjaga diridan keluarga dari terpaparnya pandemi Covid-19. Agar tidak terpapar virus corona, usahakan untuk tetap hidup bersih dan menjaga protokol kesehatan. Tak lupa untuk bertaubat dan memohon ampunan kepada-Nya supaya bencana ini segera berakhir.

Selain itu, manusia harus kembali kepada hukum/aturan  yang  berasal dari Allah SWT yakni sistem Islam. Jika hukum negara diterapkan berdasarkan sistem Islam, maka manusia pasti takut akan berbuat dosa karena akan merasa diawasi setiap tindakan yang dilakukan. Sehingga manusia akan jujur di hadapan manusia lain maupun tidak ada yang melihat.

Tapi, nyatanya sistem sekuler (memisahkan agama dari kehidupan) menyebabkan manusia jauh dari kehidupan Islam yang kaffah. Karena mereka kurang mendalam dalam mempelajari Isi Al-Qur’an. Padahal, Al-Qur’an itu pedoman hidup yang harus digunakan dalam mengatur kehidupan supaya manusia tidak terjerumus dalam lembah dosa. Dan untuk mengatur seluruh kehidupan baik dari lahir hingga ke liang lahat.

Jika penerapan hukum Islam segera terlaksana pasti tidak akan ada kezaliman. Negara akan mudah membantu rakyat dengan segala upaya dan semua tercukupi karena saling percaya antara rakyat dan pemimpin. Ketika dilanda pandemi pun, negara akan lebih mementingkan keselamatan rakyatnya. 

YOUR REACTION?

Facebook Conversations