Oleh : Sopiah Syahidah

Pemerintah melakukan pernikahan massal antara perindustrian dengan pendidikan. Baik di tingkat perguruan tinggi maupun di tingkat menengah atas.

Pernikahan masal atau penyelarasan antara pendidikan vokasi dengan dunia industri dan dunia kerja, mulai digerakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tujuan utama dari gerakan ini agar program studi vokasi diperguruan tinggi menghasilkan lulusan dengan kualitas dan kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja.

Menurut Mendikbud, pendidikan dalam lima tahun kedepan, Sekolah Menengah Kejuruan yang akan banyak diminati oleh orang tua dan siswa sehingga nantinya kepala sekolah akan kewalahan dalam penerimaan peserta didik baru.

Mendikbud juga mengharapkan, agar siswa-siswa SMK mendapatkan program-program terakselerasi dalam waktu yang jauh lebih singkat, seperti program D2, atau D4. Sehingga siswa-siswa SMK mendapatkan value posisition.

Kementrian Keuangan juga mendukung program tersebut, salah satunya dengan ikut andil mengeluarkan insentif terkait sejumlah penelitia nvokasi.

“Hal (insentif) itu juga akan terus kami kembangkan untuk membuat para industri tertarik berpartisipasi dengan pihak kampus,” ujar Nadim Makarim dalam video conference, peresmian pembukaan Konferensi Forum Rector Indonesia (FRI) virtual tahun 2020. (4/7/20) lensaindonesia.com.

Pemerintah semakin mengokohkan peran lembaga pendidikan sebagai pencetak tenaga kerja bagi industri. Tidak tanggung- tanggung pemerintah melakukan langkah-langkah perjodohan industri dan pendidikan, bahkan telah ada intensif tersendiri yang telah disiapkan.

Pendidikan seharusnya bervisi membangun kepribadian Islam pada peserta didiknya. Sehingga akan terlahir pemimpin-pemimpin di bumi  yang mempunyai cita-cita agung , membangun peradaban Islam yang gemilang. Jadi pendidikan itu tidak dikerdilkan dengan hanya mencetak manusia bermental buruh.

Padahal Allah SWT dengan segenap aturannya, telah sempurna dengan pemikiran dan metodenya sehingga Islam bisa diterapkan dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam mencetak para pemimpin yang bukan sebagai kacung-kacung para korporasi.

Lihatlah bagaimana ketika Islam berjaya 14 abad yang lalu, Pendidikan Islam maju pesat, melesat bak anak panah yang dapat membidik dan menciptakan generasi rabbani sepanjang masa.

Ibnu Sina, Al Khawarizmi, dan masih banyak cendekia muslim lainnya sebagai ulama-ulama besar yang akan membawa Sistem Islam yakni Khilafah pada kejayaan hakiki, yang senantiasa menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan hidupnya, dan menjunjung tinggi aturan-aturan Allah SWT dan Rasul-Nya. Sehingga keberkahan Allah SWT akan kita dapatkan, baik di dunia maupun di akherat. Aaamiiin.

Walahualam bisowab.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations