Oleh : Nabila Zidane
Forum Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban

Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyampaikan kecaman keras terhadap kejadian penusukan yang menimpa Syekh Ali Jaber. Zulhas, sapaannya, menilai tidak mungkin kejadian penusukan itu dilakukan oleh orang gila.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini pun meminta pihak aparat agar mengusut tuntas kasus tersebut. Zulhas menduga bisa jadi peristiwa tersebut dilakukan secara terencana.

Dalam pesan suara yang diterima hidayatullah.com dan beberapa media lain melalui ponsel, pria yang biasa menjadi juri Tahfidz Al Quran tersebut menyatakan saat ini dirinya dalam keadaan baik-baik dan bersyukur bahwasannya Allah masih menyelamatkan nyawanya dari upaya pembunuhan karena menurut beliau sesungguhnya pisau diarahkan kearah leher. (hidayatullah.com, 15/9/2020)

Peristiwa teror terhadap ulama bukan kali ini saja terjadi namun sudah berulang-ulang dan hampir semua kasus berakhir dengan vonis gangguan jiwa.

Dalam kasus penusukan ini ada sesuatu yang dinilai ganjil oleh publik. Pertama, jika pelaku mengalami gangguan jiwa mengapa pelaku paham siapa yang menjadi sasaran penusukan bukan menyerang secara acak ataupun menyerang massa yang terdekat dengannya. Kedua, pelaku berpakaian rapi serta aktif menggunakan media sosialnya tercatat 2018 terlihat sehat serta mampu menulis status dengan bahasa Inggris dengan benar. Ketiga, pelaku tidak lupa siapa namanya dan merasa ketakutan saat dikeroyok massa.

Pelaku tidak pernah masuk RSJ Dilansir dari kompas.com (15/9/2020) Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Yan Budi Jaya mengatakan, pelaku hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif. Adapun terkait informasi yang menyebut pelaku mengalami gangguan jiwa, pihaknya belum bisa memastikan.

Namun demikian, dari penyelidikan sementara yang dilakukan itu pelaku belum pernah memiliki riwayat menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. 

Lagi-lagi masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam berharap-harap cemas dan berdoa yang terbaik agar keadilan bisa ditegakkan di negeri ini. Berharap pelaku penusukan mendapat hukuman yang sepantasnya agar kejadian teror terhadap ulama tidak terus menerus terulang.

Pentingnya Peran Ulama

Ulama adalah orang yang menekuni dan mendalami agama kemudian mendakwahkannya kepada umat. Mereka adalah orang yang paling takut kepada Allah SWT karena mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah SWT sebagaimana firman-Nya:

وَمِنَ ٱلنَّاسِ وَٱلدَّوَآبِّ وَٱلْأَنْعَٰمِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهُۥ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰٓؤُا۟ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

“Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.” (QS Al Fatir: 28).

Keluasan ilmu agamanya dan rasa takutnya yang begitu besar kepada Allah SWT, menjadikan para ulama memiliki potensi hakiki sebagai sosok yang tak kenal lelah memberi nasihat kepada siapa pun, baik rakyat jelata maupun kepada penguasa agar senantiasa taat dan berhukum hanya kepada Allah SWT.

Mereka adalah pewaris para nabi sebagaimana sabda Rasulullah (Saw.):

“Dan sesungguhnya, para ulama itu adalah pewaris para nabi.” (HR Bukhari, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Turmudzi).

Mereka adalah sosok yang berada di barisan terdepan untuk melindungi umat dari berbagai pemikiran berbahaya seperti sekulerisme, liberalisme, komunisme, pluralisme dan lain-lain.

Karena peran penting itulah maka Ulama bukan hanya membutuhkan perlindungan dari teror atau ancaman fisik saat berdakwah. Namun lebih besar dari itu juga membutuhkan system yang kondusif agar dakwahnya bisa menghantar pada kesadaran untuk Islam kaffah.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations