Oleh: Soelijah Winarni

Viralnya Citayam Fashion Week (CFW) di Jakarta membawa pengaruh yang sama di berbagai kota di Indonesia tak terkecuali di Kota Malang.

Kayutangan Street Style yang jadi CFW-nya kota Malang diselenggarakan oleh sebuah komunitas fashion yang mengambil tempat di sepanjang kawasan Malang Heritage dengan memanfaatkan zebra cross untuk catwalk (panggung). Hal ini tentu saja menimbulkan kemacetan arus lalu lintas. Polresta Malang segera menindak dengan membubarkan kerumunan tersebut. Ternyata, acara tersebut juga tak mengantongi ijin dari pihak yang berwajib (SuryaMalang.com, 26/7/2022).

Fenomena CFW maupun tren fashion jalanan yang dipanggung-kan nyatanya menunjukkan gambaran pemuda yang krisis jati diri. Banyak di antara mereka yang seolah merasa bebas dengan mengekspresikan diri lewat fashion. Namun, mereka tidak menyadari bahwa peran pemuda sesungguhnya adalah pemberi solusi dalam kehidupan bernegara dan berbangsa seperti solusi masalah kemiskinan, lingkungan, bahkan sampai moralitas bangsa. Pemuda sepatutnya mencari alternatif solusi yang benar-benar solutif untuk bangsa, bukan malah sibuk memamerkan diri dengan dalih kreativitas dan mencintai diri sendiri. Ujungnya, pemuda akan dijadikan alat sekaligus objek pemasaran oleh para kapitalis. Pemuda menjadi penjaja produk fashion maupun kecantikan dengan membintangi iklan dst. Mereka akan mendapat kepuasan sesaat karena gemerlap ketenaran dan remah-remah ekonomi.

Penyebab utama atas krisis jati diri sekaligus kerusakan tatanan hidup ini adalah ketika sekulerisme yaitu pemisahan agama dari kehidupan telah diadopsi penguasa dan diwujudkan dalam sistem aturan yang diterapkan dalam setiap lini kehidupan. Agama tak lagi dijadikan nilai-nilai yang selayaknya harus dipertahankan dalam upaya menjaga ketaatan generasi pada Sang Pencipta. Generasi muda tak mampu merubah keadaan dan terjebak pada nilai-nilai/pemikiran liberal, hedonis dan permisif, lebih mengerikan lagi muncul bibit-bibit LGBT.

Hal ini semestinya memberikan kesadaran pada masyarakat untuk segera mengambil sistem aturan yang terbaik yaitu sistem Islam. Sistem sempurna ciptaan Allah SWT ini membutuhkan negara sebagai institusi penjaganya dengan memberlakukan aturan-aturan sesuai syariat Islam. Hanya dengan ini ketaatan masyarakat akan terjaga dan mengembalikan kemuliaan manusia sesuai fitrahnya sebagai umat yang terbaik. 

Wallahu'alam bishawwab.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations