Oleh Halimah S.
Penulis dan aktivis dakwah

Derita rakyat kian merajalela dalam kehidupan ini mulai dari mendapatkan keadilan hingga kesejahteraan. Hal ini termasuk bagian ilusi dari sistem kapitalisme. Beragam kepentingan elit dimenangkan meski hanya segelintir.

Kondisi seperti ini tentu sangatlah jauh dari gambaran kehidupan saat peradaban Islam berjaya. 

Dalam sistem Islam, seluruh manusia memiliki peluang untuk mendapatkan level kehidupan yang tinggi dengan sebuah mekanisme sesuai fitrah penciptaan. Berbekal keyakinan bahwa Allah Al Khaliq telah menganugerahkan rezeki bagi setiap makhluk bernyawa, manusia juga diberi potensi hidup yang sama, baik berupa akal, naluri maupun kebutuhan fisiknya. Allah SWT. juga mendatangkan petunjuk hidup berupa penerapan Islam kaffah sebagai problem solver persoalan-persoalan kehidupan yang dipastikan akan membawa manusia kepada kebahagiaan. Sistem kehidupan yang menerapkan Islam secara kaffah hadir sebagai regulasi yang adil, lepas dari kepentingan, berorientasi kemaslahatan rakyat dan mensejahterakan. Karena Islam sebagai sistem dan landasan setiap kebijakan yang diambil oleh penguasa.

Islam mewajibkan negara menciptakan lapangan kerja sekaligus kondisi kondusif sehingga persaingan berjalan fair dengan menerapkan sistem kepemilikan sesuai tuntunan syara. Apa yang ditetapkan syara sebagai milik umat, seperti sumber daya alam yang melimpah, dilarang dikuasai oleh individu apalagi negara asing. Bahkan negara, diwajibkan mengelola sumber-sumber alam itu untuk mengembalikan manfaat seluruhnya demi kepentingan rakyat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Negara akan punya banyak modal untuk mensejahterakan rakyatnya. Jangankan memenuhi kebutuhan dasarnya, bahkan layanan publik akan diperoleh dengan mudah. Negara memahami bahwa memenuhi hak dasar dan hak publik umat adalah sebuah kewajiban syara. Karena penguasa dalam Islam adalah sebagai raa-in (pengurus) sekaligus junnah (pelindung) bagi umat. 

Wallahu’alam bishowab.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations