Oleh: Siti Wilda Malik
Bogor

Kasus Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah yang tertangkap KPK bikin geger masyarakat. Bagaimana tidak? Beliau pernah mendapatkan Piagam Anti Korupsi dan pembangunan di daerahnya terbilang membaik saat Nurdin memimpin.

Tapi fakta berkata lain. Sang Gubernur mendapatkan uang suap yang perkiraan KPK sampai 5 miliar jumlahnya. Hal inilah yang membuat warga geleng-geleng kepala. Pemimpin yang katanya  "jujur" saja bisa tergoda apalagi bawahannya yang tidak jujur.

Kasus Korupsi dalam sistem Demokrasi memang menjadi suatu hal yang lumrah. Karena dalam sistem demokrasi membutuhkan banyak biaya bagi para pejabat yang ingin langgeng di kursi jabatannya. Money politik sudah menjadi hal yang wajar dilakukan para Pejabat. Saat Pejabat menjadi pemimpin, disitulah mulai terjadi transaksi "ucapan terimakasih" dengan cara meloloskan keinginan para Pemilik Modal. Maka sampai kapanpun kasus korupsi tidak akan bisa diberantas dalam sistem Demokrasi ini.

Lain halnya jika sistem Islam yang diterapkan. Seluruh kebijakannya berasal dari Alquran dan Assunah. Rasulullah SAW pun sudah pernah menyampaikan pesan kepada para Sahabat, apabila Fatimah yakni putrinya Rasulullah SAW yang melakukan tindakan pencurian maka Rasulullah SAW tidak segan-segan untuk memotong tangan putrinya itu. Hal inilah yang membuat para sahabat selalu istiqomah menjalankan syariat Islam secara kaffah karena melihat sosok pemimpin yang amanahnya luar biasa.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations