Oleh : Sri Rahmatia

Dilansir dari nasional.tempo.co, Partai Demokrat terancam mengalami dualisme seteleh segelintir kader dan mantan kader menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). KLB Demokrat yang dilaksanakan pada Jumat (5/3/2021) itu mengangkat Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjadi Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Periode 2021-2025.

Dikutip dari news.detik.com, Pelaksanaan KLB versi Sumut itu kemudian ditentang oleh DPP Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). AHY kemudian mengirimkan surat permohonan perlindungan hukum dan pencegahan tindakan inkonstitusional kepada Kapolri, Menteri Hukum dan HAM, serta Menko Polhukam.

Dalam hal ini Menkopolhukam Mahmud Md mengungkapkan pemerintah tidak bisa ikut campur melarang atau mendorong adanya kegiatan KLB Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumut. Pemerintah saat ini lanjutnya, masih menganggap peristiwa KLB Sumut sebagai persoalan internal Partai Demokrat (PD). Sebab, belum ada laporan atau permintaan legalitas hukum baru kepada pemerintah dari PD. KLB PD baru akan menjadi masalah hukum jika hasil KLB sudah didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM).

Dalam sistem politik demokrasi hanya akan menghasilkan kisruh pada partai politik (parpol). Akibat dari perbedaan pandangan dan kepentingan menyebabkan kisruh ini terjadi, bahkan sekubu. Hal ini dikarenakan dalam demokrasi, tidak ada yang namanya kawan ataupun lawan yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan abadi. Sehingga jika ada kisruh dari internal parpol, karena dirasa sudah tidak sekufu lagi dengan parpolnya dan kepentingannya sudah berbeda. Hal ini juga diakibatkan oleh ideologi dari parpol yang tidak kuat. Sehingga tidak adanya kepercayaan dan kekompakan dari suatu parpol.

Sangat disayangkan, parpol yang seharusnya fokus untuk melakukan amar ma'ruf nahi munkar, justru menjadi wadah untuk mencapai kepentingan. Parpol dalam demokrasi sama sekali tidak memihak kepada rakyat. Karena mereka hanya mementingkan kepentingan masing-masing. 

Parpol dalam Islam adalah parpol yang terbentuk dari fikrah (pemikiran) atau ideologi yang shahih, thariqah (metode) penerapan fikrah yang terarah, individu-individu yang memiliki kesadaran kebangkitan yang benar, serta ikatan islam untuk menyatukan anggotanya. Parpol dalam Islam memiliki tugas mulia untuk membina umat kepada pemahaman Islam yang benar, melakukan amar ma'ruf nahi munkar, mengoreksi dan mengkritik penguasa, menjaga dan mengembalikan kehidupan Islam yang Rahmatan Lil Alamin, serta menyebarkan Islam keseluruh dunia. 

Dengan begitu, parpol dalam Islam adalah parpol yang mementingkan umat. Bukan hanya sebagai wadah aspirasi, namun lebih dari itu yaitu untuk menjaga agar Khilafah Islamiyah merealisasikan misi Islam Rahmatan Lil Alamin.

Wallahu A'lam

YOUR REACTION?

Facebook Conversations