Oleh: Nanik Farida Priatmaja

Ideologi komunis pernah tumbuh subur di negeri ini karena diusung Partai Komunis Indonesia (PKI) masa orde lama. Kemudian menjadi ideologi terlarang karena dinilai bertentangan dengan Pancasila dan demokrasi dari sisi ideologi, teologi, sosial, dan sebagainya.

Secara teologi, komunisme telah melawan prinsip ketuhanan karena tidak mengenal adanya Tuhan. Hal ini jelas bertentangan dengan sila pertama Pancasila, yakni ketuhanan yang Maha Esa. 

Para tokoh ideologi komunisme menyatakan bahwa komunisme sangat anti agama.

"Agama adalah candu bagi masyarakat", kata Klark Mark.

"Agama adalah vodca bagi masyarakat", kata Lenin.

"Agama adalah racun bagi masyarakat", kata Mao TseTung.

Agama bagi ideologi komunis dinilai hanyalah sesuatu yang membius dari kejamnya sistem kapitalis barat di Eropa pada masa lalu yang saat itu banyak menindas kaum kelas bawah. Melalui kaum gerejawan, rakyat dicekoki dengan doktrin agar mereka merasa tenang atau tidak merasa sengsara ketika ditindas penguasa dengan kebijakan-kebijakan dzalim. Sehingga muncullah tokoh-tokoh komunis yang mencoba membangkitkan kaum tertindas dengan ideologi mereka.

Secara konsep, ideologi komunis sangat anti terhadap agama.Namun faktanya tak selalu demikian. Hal ini disebabkan oleh alasan tertentu misalnya tak sesuai dengan kondisi sosial suatu negara.

Jika dilihat dari cara memperlakukan penganut-penganut agama, ideologi komunis jelas berbahaya karena :

1. Melakukan pelarangan atau menghalangi beribadah.

China termasuk negara komunis yang hingga kini masih eksis. Meski tak menunjukkan sikap anti agama kepada rakyat secara umum namun melakukan hal-hal yang mencerminkan anti agama. Misalnya kepada perlakuan terhadap muslim Uighur, mengawasi peribadatan di gereja-gereja dan sebagainya.

2. Menyuburkan penghinaan terhadap agama.

Masa PKI masih berkuasa di negeri ini, memiliki lembaga-lembaga mantel yang didalamnya terdapat orang-orang atau tokoh-tokoh yang mengedukasi ideologi melalui lembaga-lembaga tersebut. Misalnya Lekra. Lekra adalah lembaga seni binaan PKI. Didalam kegiatannya sering mengadakan kegiatan-kegiatan seni yang ternyata mengandung unsur penistaan terhadap Islam. Banyak karya-karya seniman Lekra yang mengarah pada penistaan Islam. Misalnya pertunjukan Ludruk yang bertema "Gusti Allah Mantu", "Sunate Malaikat Jibril", " Marine Gusti Allah" dan sebagainya. Tema-tema tersebut jelas-jelas menista Islam yang berlindung melalui seni.

Meski kini telah terjadi pelarangan ideologi komunis. Akan tetapi ideologi ini tak mati. Hingga kini masih banyak dianut oleh penganut-penganutnya yang masih setia menjaga keberlangsungan komunisme melalui kajian-kajian ataupun literatur-literatur yang dikemas secara terang-terangan ataupun tersembunyi. Ideologi memang tak bisa dimatikan layaknya melenyapkan makhluk hidup. Karena ia akan tetap hidup dalam pemikiran penganutnya meskipun tak terlihat jelas. So, neo komunisme masih bernyawa.

Sebagai kaum muslim, seharusnya tetap waspada terhadap kebangkitan neo komunisme. Meski tak terlihat jelas, namun bisa dirasakan dari adanya pemikiran komunisme yang masih bertahan di negeri ini. Misalnya adanya sejumlah tokoh yang secara terang-terangan menyatakan dukungan atau pemikiran komunis, adanya kajian-kajian ilmiah tentang komunis dan literasi tokoh-tokoh komunis yang hingga kini terjual bebas. Hal ini jelas-jelas membahayakan pemikiran anak bangsa.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations