Oleh: Aning Ummu Salma
Muslimah Peduli Umat

Setiap musim hujan tiba, beberapa wilayah di Indonesia menjadi langganan banjir. Tak hanya itu, saat ini juga banyak daerah baru yang tertimpa musibah tersebut. Oleh karena itu, kita perlu segera melakukan cara mencegah banjir agar bisa terhindar dari berbagai kerugian yang disebabkannya.

Faktor lain penyebab banjir juga dipengaruhi jenis tanah, tutupan lahan, dan pengolahan lahan. Banjir adalah kondisi meluapnya muka air sungai akibat tingginya aliran sungai sehingga tidak mampung tertampung oleh penampang sungai yang ada.

Banjir bisa terjadi karena faktor alam dan faktor kelalaian manusia. Faktor yang pertama akan sulit kita cegah. Namun faktor yang kedua, dapat dihindari selama lebih banyak orang melakukan cara mencegah banjir secara rutin.

Persoalan banjir yang melanda negeri ini begitu serius dan sistemis. Perlu perumusan yang serius untuk menggali akar persoalannya sehingga solusi yang akan dilakukan tepat pada sasaran.

Sebenarnya sudah banyak kita dengar dan saksikan penelitian ilmiah dan diskusi terkait tentang aspek hidrologi, kehutanan, dan pentingnya konservasi dan tata ruang wilayah.

Namun, semua itu tidak mampu menyelesaikan masalah banjir, karena dibangun atas paradigma berpikir yang salah. Pembangunan ala kapitalistik sekularisme justru menjadikan kompromi untuk menjalankan sesuatu bukan kebenaran, termasuk solusi untuk mengatasi banjir.

Sistem politik demokrasi dan sistem ekonomi kapitalis tidak memberi ruang sama sekali terhadap ilmu pengetahuan apalagi Wahyu, karena lahir dari rahim sistem kehidupan sekularisme.

Kecuali menguntungkan kafir penjajah yang menjadi agenda mereka untuk menancapkan hegemoni nya,juga yang akan menguntungkan para korporasi rezim berkuasa dan pengusaha, negara oligarki menjadikan nya lebih mudah.

Sementara analisis dan dampak lingkungan yang dipandang sebagai pengendali mudah dimanipulasi dan di perjualbelikan. Sedangkan penopang banjir hutan dan lahan di pandang sebagai komoditas yang bebas di miliki dan dimanfaatkan siapa saja serta untuk kepentingan siapa saja.

Padahal kerusakan yang ditimbulkannya berakibat buruk pada banyak orang yang akan mengakibatkan kerusakan lingkungan yang serius karena adanya alih fungsi hutan yang begitu cepat.

Sistem Islam memperhatikan kepentingan umat secara detail. Solusi Islam dalam upaya mengatasi banjir di antaranya dengan membangun sungai buatan dan  kanal untuk mengurangi penumpukan volume air dan mengalihkan aliran air, membangun bendungan-bendungan untuk menampung tumpahan air hujan, air sungai, dan yang lainnya, membangun sumur-sumur resapan di daerah tertentu.

Selain itu, memetakan daerah mana yang termasuk rawan banjir dan melarang penduduk mendirikan bangunan di daerah tersebut.

Selain itu, pembentukan badan khusus pun diperlukan untuk penanganan bencana alam, persiapan wilayah-wilayah tertentu untuk cagar alam. 

Sosialisasi tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan kewajiban memelihara lingkungan, persyaratan tentang izin pendirian bangunan dan pembukaan pemukiman baru. Penyediaan daerah serapan air hujan, penggunaan tanah, dan sebagainya.

Tak hanya itu, sistem Islam pun memberikan solusi dalam menangani korban banjir, seperti penyediaan tenda, makanan, obat-obatan dan pakaian, serta adanya keterlibatan masyarakat sekita yang berada di dekat wilayah yang terkena bencana banjir.

Itulah berbagai solusi yang ditawarkan Islam dalam mengatasi permasalahan banjir. Hanya Islam yang memberi aturan secara sempurna dalam mengatasi berbagai problematika, termasuk banjir. Oleh karena itu, sudah saatnya sistem Islam diterapkan secara kaffah dalam kehidupan agar keberkahan menaungi negeri ini. 

Wallahu a’lam bi ash-shawab

YOUR REACTION?

Facebook Conversations