Oleh: Alfiatus S.

Sering kita menemui di sekitar kita jalan berlubang atau rusak. Penyebabnya pun beragam mulai dari kondisi curah hujan, kualitas bahan untuk jalan dan lainnya.

Idealnya penjagaan jalan sebagai fasilitas umum masyarakat harus segera dilakukan dengan beragam upaya misal terjadwalnya perbaikan, terjaganya kualitas bahan untuk jalan dan lainnya.

Sayangnya, persoalan ini berlarut-larut tak kunjung usai  di negeri +62. Salah satunya persoalan kewenangan memperbaiki jalan terkesan terkotak-kotak dengan beragam aturan yang berlaku. Dalam satu wilayah atau kota, tanggung jawab perawatan dan perbaikan jalan berbeda-beda.

Dalam Islam, peran negara sangat dibutuhkan berkaitan dengan fasilitas umum yang tentunya fasilitas ini digunakan untuk kemaslahatan umat. Sumber daya alam merupakan daya dukung bagi kehidupan manusia. Karenanya, negara sangat memainkan peran untuk menjaga dan memelihara fasilitas umum ini. Sikap insividu dan masyarakatpun akan terkondisikan dengan edukasi yang baik bagaimana harus bekerjasama dengan negara agar fasilitas umum memberikan kemaslahatan yang maksimal.

Sebagaimana firman Allah SWT.:

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (Q.S 30:41)

Oleh karena itu, mari kita saling menjaga, memelihara, melestarikan, dan saling mengingatkan untuk selalu bersikap ramah terhadap lingkungan. Menyampaikan saran terbaik untuk umat sesuai aturan Allah SWT. kepada para pengambil kebijakan pemilik kekuasaan. Layaknya era Khulafaur Rasyidin dengan pelaksanaan Islam yang utuh dan sempurna dimana individu, masyarakat dan negara saling bekerja sama menjaga dan memanfaatkan fasilitas umum sesuai aturan Allah SWT. 

Wallahua'lam. 

YOUR REACTION?

Facebook Conversations