Oleh: Ummu Zanki
Aktivis Dakwah di Kota Depok

Baru-baru ini, tepatnya Kamis 25 Februari 2021, telah terjadi insiden penembakan di sebuah di kawasan Cengkareng. Insiden tersebut dilakukan oleh seorang anggota polisi yang diduga pelaku melakukan aksi tersebut dalam keadaan mabuk. Astaghfirullah.

Insiden tersebut hanyalah salah satu contoh dari sekian banyaknya efek akibat minuman keras (miras). Lalu bagaimana dengan keputusan presiden yang telah disahkan akan membuka izin bagi para investor industri miras? Tentunya akan lebih banyak lagi kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang yang meminum minuman keras.

Hal tersebut tertuang dalam Perpres nomor 10 Tahun 2021, tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang diteken pada 2 Februari 2021 oleh presiden Jokowi. Jadi, presiden telah mensahkan dan akan membuka izin para investor asing untuk membuka usahanya dari skala besar hingga kecil dengan syarat investasi hanya dilakukan di daerah tertentu seperti Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara dan Papua.

Tapi, sungguh di luar dugaan ternyata Papua yang dianggap bisa menerima Perpres ini ternyata menolak. Penolakan ini datang dari anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Dorius Mehue. Secara tegas ia menolak investasi produksi minum keras di wilayah Papua, karena dampak negatif yang sangat besardari miras tersebut.

Bahkan Provinsi Papua sendiri sudah memiliki Perda Nomor 15 Tahun 2013 tentang pelarangan miras. Jika provinsi yang dirasa bisa menerima Perpres itu tapi ternyata menolak, lalu untuk siapa sebenarnya Perpres ini disahkan?

Ya, tentu saja disahkannya Perpres ini diduga bagi mereka-mereka yang  memilikipengaruh, yang menguasai negeri kita ini yakni para pemilik modal (kapitalis) yang akan menginvestasikan dananya untuk produksi miras. Karena miras merupakan bidang produksi yang menggiurkan dan akan menghasikan untung yang besar.

Padahal, Islam  telah menjelaskan bahwa khamr adalah biang dari segala kejahatan. Kejahatan bisa bermula dari minuman keras. Dengan tidak sadar peminum khamr akan melakukan perampokan, pemerkosaan bahkan sampai melakukan pembunuhan.

Maka, dalam Surah al-Maidah ayat 90-91 Allah telah melarang dengan jelas tentang khamr. “Hai orang yang beriman, sesungguhnya khamr, berjudi, (berkurban untuk) berhala dan mengundi nasib adalah keji dari pada perbuatan setan. Maka jauhilah agar kamu mendapat keberuntungan.”

Dari ayat di atas sangat jelasdisebutkan bahwa  minum khamr salah satu perbuatan setan. Sesungguhnya setan itu bermaksud menimbulkan kejahatan, permusuhan dan kebencian di antara kamu dan menghalangi kamu dari mengingat Allah SWT.

Maka tidakkah kamu berhenti. Sudah jelas miras sangat merusak perilaku dan gaya hidup seseorang. Jika hal ini dibiarkan, bagaimana dengan nasib generasi kita kelak? Apakah kita akan meninggalkan generasi-generasi lemah, karena rusaknya cara pikir mereka akibat miras. Lalu bagaimana nasib negeri ini jika hal itu terjadi? Entahlah apa yang terjadi. Miris tentunya. 

YOUR REACTION?

Facebook Conversations