Oleh: Novita Catur
Ngawi, Jawa Timur

Wakil presiden KH. Ma'ruf Amin pada Selasa (28/12 ) mengatakan penghapusan BBM Jenis premium merupakan upaya untuk mengurangi emisi karbon dan menunju energi hijau yang ramah lingkungan.

Sementara itu, Dirut Pertamina Nicke Widyawati mengatakan pihaknya juga telah mencanangkan program langit biru agar masyarakat mau beralih dari BBM jenis premium ke pertalite, serta berhasil menurunkan emisi karbon sebanyak 12 juta ton.

Mengenai hal ini, banyak masyarakat kecil yang menolak akan aturan baru yang ingin di keluarkan itu. Karena sebagian besar masyarakat kecil menggunakan jenis premium, mudah di dapat juga harganya yang murah. Dari aturan itu ada pengendara yang turut menanggapi seperti pemilik motor Vespa (standart), ia mengatakan jika pakai premium itu memang pengaruhnya bagi Vespa pengeluaran besar, mesin ga mendukung, mogok, dan mesin panas. Jika akan di ganti jenis pertamax juga akan baik seperti mengurangi keram pada motor. Tapi jika saat ini masyarakat disuruh memakai Pertamax sulit bagi masyarakat kecil yang harus membeli dengan harga menguras kantong per liternya.

Ekonomi/penghasilan mereka yang menurun karena pandemi covid yang belum usai ini, di tambah bahan makanan pokok yang harganya kian melonjak tinggi, belum lagi kebutuhan anak-anak seperti susu, dan jajan. Akibat pandemi ini mereka harus hemat. Penghapusan premium ini memberatkan masyarakat karena berpotensi menambah beban ekonomi.

Memang akan baik potensinya jika menggunakan jenis ramah lingkungan. Tapi dalam sistem kapitalis ini masyarakat seperti dicekik, tujuan dasar mereka membuat aturan itu hanyalah untuk materi. Mengutamakan keuntungan yang di dapat tanpa memikirkan kondisi rakyatnya.

Peraturan ini di keluarkan tanpa adanya sosialisasi dari masyarakat. Bagaimana bisa membuat pertumbuhan ekonomi ini kian stabil jika hanya palakan yang didapat oleh masyarakat. Sedqngkan bansos saja dikorupsi oleh pejabat.

Dalam hal ini harusnya pemerintah memiliki solusi terlebih dahulu terkait penghapusan BBM jenis premium. Pemerintah harus bisa memiliki energi alternatif yang bisa menggantikan premium dengan harga murah, yang bisa di akses masyarakat kecil. Pemerintah juga perlu mendengarkan aspirasi masyarakat kecil atau bersosialisasi dulu agar bisa menjaga daya beli masyarakat kecil agar tidak semakin tertekan.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations