Oleh: Siti Aminah

Satpol PP Kota Malang menangkap puluhan pasangan esek-esek saat melakukan operasi rutin, tiga bulan terakhir. Tercatat ada 51 pasangan mesum (esek esek) yang terjaring dalam operasi sepanjang bulan April hingga Juli 2022.

Mereka yang terjaring terdiri dari kalangan mahasiswa, karyawan swasta bahkan pengawai bank yang ada di wilayah Kota Malang. Kabid Trantibum Satpol PP Kota Malang, Rahmat Hidayat mengatakan dari 51 pasangan mesum yang terjaring razia dari bulan April hingga Juli.

“Dari 51 pasangan, 9 pasangan pelaku prostitusi online, 10 pasangan offline dan 32 pasangan kumpul kebo baik di kos, guest house hingga hotel,” kata Rahmat, (KabarMalang, 16/7/2022).

Berita seperti ini akan ditemui setiap saat di penjuru negeri. Perzinahan dianggap hal biasa bila dilakukan suka sama suka, hukuman yang tidak jelas membuat mereka tidak jera untuk melakukan zina bahkan semakin merajalela.

Pemisahan agama dari kehidupan membuat manusia tidak tahu kebenaran dan kebatilan menurut hukum syariat, mereka menganggap apa yang mereka lakukan itu adalah urusan pribadi tidak menggangu orang lain di tambah lagi dengan perlindungan HAM untuk melegalkan perzinahan.

Aturan yang di buat manusia melegalkan hawa nafsu saja tanpa melihat buruknya hasil dari perbuatan perzinahan. Penyakit menular, lahirnya anak tanpa tahu garis keturunan yang jelas, pernikahan saudara kandung atau saudara biologis.

Islam agama sempurna mengatur segala macam masalah kehidupan termasuk masalah perzinahan. Islam merupakan satu satunya solusi kehidupan yaitu pelarangan dan pencegahan zina melalui berbagai mekanisme seperti menundukkan pandangan (ghodul Bashar), larangan berkhalwat (berduaan dengan bukan mahram), menutup aurat (jilbab dan khimar), serta larangan mendekati zina (pacaran)

Sebagaimana pula dalam Firman Allah Subhanahu Wata’alla : “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S Al Isra : 32)

Dalam Islam, Khilafah wajib untuk menjaga keimanan rakyat. Menegakkan sanksi yang tegas dan adil bagi seluruh pelaku kejahatan. Menjaga dan melindungi perempuan dan anak-anak. Menutup setiap pintu maksiat dan memberikan edukasi yang tepat terutama terhadap kekuatan akidah individu. Dimana akidah merupakan dasar utama yang harus dibangun untuk membentengi diri dari segala kejahatan dan bahaya. Tidak ada satu masalah yang luput dari aturan Islam.

Karena itulah, hanya Islam yang mampu menyelesaikan masalah perzinahan dan seluruh persoalan lainnya. Islam telah disempurnakan sebagai keyakinan dan jalan kehidupan. Membawa rahmat bagi semesta alam. Allah Subhanahu wata’alla berfirman : “ Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhoi Islam sebagai Agama bagimu” (QS. Al-Maidah : 3)

Serta sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam “Aku tinggalkan di tengah-tengah kalian dua hal, kalian tidak akan tersesat setelah (kalian berpegang teguh pada) keduanya, Kitabullah dan Sunnahku.” (HR. At- Thabrani)

Untuk mengatasi masalah erzinahan tidak cukup hanya dengan melakukan penangkapan dan pembinaan tetapi di perlukan sistem yang benar yang memberikan sanksi yang sesuai dengan hukum Syara', yaitu hukuman rajam bagi yang sudah menikah dan cambuk 100 kali bagi yang belum menikah,dan hukuman seperti ini hanya bisa dilakukan bila Islam di terapkan secara kaffah.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations