Oleh: Sri Handayani

Bukan rahasia umum tujuan berkeluarga atau menikah adalah mendapatkan keberkahan didalamnya. Karena menikah adalah ibadah yang paling lama.

Menyatukan dua orang yang berbeda dalam pertemuan sebentar tidaklah mudah. Tujuanlah yang menjadi kunci penguat pernikahan. Dan tujuan pernikahan itu adalah keberkahan, keridhoanlah dari Allah. Untuk mendapatkannya haruslah bersama-sama, tidak bisa hanya salah satu karena akan terasa berat dan tidak seimbang.

Apalagi disistem kapitalis saat ini, justru harus kuat benteng keimanan dan ketaqwaan keluarga. Suami istri senantiasa bersinergi terbuka dan saling mencintai karena Allah. Karena kerusakan akibat sistem kapitalis ini sangatlah kejam dan menghinakan disemua lini. Baik itu ekonomi, pendidikan, sosial dll.

Sistem kapitalis mengharapkan keuntungan yang berlebih walau itu harus merusak atau membunuh, segala aturannya hanya berpihak kepada para kapitalis dengan hukum rimbanya. Menjauhkan aturan Allah dengan kehidupan yang akan menjadi pembuat manusia seperti hewan yang tidak mempunyai hati nurani. Berapa banyak korupsi yang terjadi menyengsarakan rakyat? Kenaikan pajak dan harga hanya untuk memenuhi keinginan para kapital dalam bisnisnya?

Sudah berapa kasus perceraian yang terjadi diusia pernikahan muda di masa-masa sulit pandemi ini? Perselingkuhan yang berujung pembunuhan, pengkhianatan, penipuan dan kecemburuan yang brutal hingga anakpun menjadi korban, perzinahan dan bahkan kegilaan akibat mistis pesugihanpun tidak luput dalam keluarga karena ekonomi.

Suami istri haruslah memahami peran masing-masing sesuai tuntunan syariah, ridho dan menjalaninya dengan ikhlas berharap kepada Allah disetiap aktifitas. Jangan hanya memuaskan nafsu semata, ketika tidak sesuai dengan hati atau keinginannya maka berontak melawan. Aturan Allah itulah yang terbaik dan sempuna bagi makhluk Nya, Rosulullah sendiri menjadi suri teladan yang terbaik diturunkan oleh Allah. Hanya Islam yang mengatur sedemikian rinci semua aktifitas untuk seluruh ciptaaanNya, tidak ada yang sia-sia sedikitpun bahkan kadarluwarsa seperti sistem buatan manusia.

Keberkahan adalah ketika dalam keluarga suami istri dan anak menjalankan ketaqwaan dan ketaatan bersama. Bersama-sama berjuang menerapkan kehidupan Islam didalam lingkungan keluarga, masyarakat dan negara. Karena masyarakat adalah bagian kecil dari keluarga. Dan negara bagian terbesar dari masyarakat. Semuanya saling berhubungan erat satu sama lain. Tidak bisa terpisahkan, jika terpisahkan aturan itu atau ketaqwaan itu tidak akan terterapkan secara sempurna.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations