Oleh : Riri jamilah

Data dari kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (kementrian pppa) sunguh membuat kita miris data ini mengungkap kan sekitar 34.5 persen anak laki-laki dan 25 persen anak perempuan sudah aktip melakukan kegiatan seksual hal ini di sampai kan asisten deputi pelayanan anak kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Bagaimana kita akan melindungi anak dari serangan massif pornografi ini?sayang sistem yang seharus nya melindungi kita saat ini tidak ada karna itu keluarga harus berjuang extra memberikan perlindungan pada anak-anak.

Merebaknya kasus pornografi terhadap anak sejatinya karena tidak adanya perlindungan berlapis untuk anak. Hal ini disebabkan oleh tereduksinya pemahaman tentang kewajiban negara, masyarakat, dan keluarga serta tidak diberlakukannya aturan baku di tengah-tengah masyarakat.

Akibat sekularisme, kaum muslim kehilangan gambaran nyata tentang kehidupan Islam yang sesungguhnya. Islam hanya terbatas pada ibadah ritual semata. Aturan Islam tergantikan dengan hukum sekuler buatan manusia. Aturan inilah yang mendominasi tata pergaulan sosial di masyarakat. Padahal, Islam sesungguhnya sudah memiliki solusi pas dan mantap dalam mengatasi maraknya perbuatan asusila dan kekerasan seksual serta pornografi di kalangan anak-anak.

Wallahu alam bishowwab.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations