Oleh: Diana Sahal
Member Aktif Menulis

Pandemi belum juga berakhir. Kian hari, kasus covid-19 semakin melonjak. Pemberlakuan PPKM darurat dilaksanakan demi menahan laju penyebaran.

Mobilitas masyarakat akhirnya terbatas. Tak terkecuali umat Islam yang sebentar lagi akan memasuki hari raya Idul Adha. Larangan melaksanakan shalat Ied berjamaah di masjid ataupun dilapangan juga telah diedarkan demi menjaga keselamatan.

Meski kegiatan saat ini dibatasi, temasuk juga perayaan Idul Adha bagi umat Islam, hendaknya kita tak melupakan hakikat dari Idul Adha. Hari Raya Qurban ini, mengingatkan kita pada dua orangshalih, yaitu Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. keduanya, mengingatkan kita untuk selalu menaati perintah-Nya. Tak terbayang oleh kita, bagaimana perasaan seorang ayah yang mendapatkan perintah untuk menyembelih anak kesayangannya yang shalih lagi taat? Tak terbayang pula seorang anak harus rela disembelih ayah tercintanya demi memenuhi perintah Allah Swt. Namun akhirnya, Allah Swt menggantikan posisi Nabi Ismail yang seharusnya disembelih dengan seekor kambing. Hal tersebut mengajarkan pada kita bahwa ketaatan pada Allah Swt merupakan ketaatan mutlak. Bahkan, ketika nyawa atau apapun yang kita cintai harus dikorbankan demi memenuhi ketaatan pada-Nya, maka harus tetap dilakukan.

Kembali mengingat pandemi yang belum juga usai, Allah Swt berfirman,

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلاَّ بِإِذْنِٱللَّهِ وَمَن يُؤْمِن بِٱللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُۥ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa kecuali dengan izin Allah. Siapa saja yang mengimani Allah, niscaya Dia akan memberikan petunjuk kepada hatinya. Allah Maha tau atas segala sesuatu." (QS. At-Taghabun ayat 11).

Benar, adanya pandemi saat ini tak lepas dari kuasanya Allah Swt. Sudah selayaknya kita kembali bertaubat dan memohon ampunan atas apa yang telah kita lakukan selama ini. Terlebih, ketika mengingat kasus penyebaran virus yang semakin meningkat. Saatnya kita bermuhasabah tentang apa yang telah kita perbuat. Bukan hanya konteksnya diri sendiri, namun juga masyarakat secara keseluruhan. Apakah selama ini kita betul-betul menaati seluruh perintah dan menjauhi larangan-Nya, atau hanya disebagian aspek saja? Sedangkan syariat-Nya tak sekedar mengatur hubungan antara manusia dengan Allah Swt dan hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Namun, juga mengatur hubungan manusia dengan sesamanya dalam berbagai aspek kehidupan. Diantaranya, aspek politik, ekonomi, sosial, pendidikan dan lainnya.

Maka, mari di hari raya Idul Adha ini kita maknai dengan bermuhasabah dan terus berdoa kepada Allah Swt diwaktu-waktu mustajab. Semoga Allah segera mengangkat wabah Corona ini dan Allah senantiasa memudahkan kita juga untuk melakukan ketaatan serta amar ma'ruf nahyi munkar. Agar, kita menjadi hamba yang benar-benar menjadikan ketaatan secara totalitas di setiap inci kehidupan kita. Allahu a'lam bis showab.

Selamat Hari Raya Idul Adha.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations