Oleh: Okeu Suminar
Pendidik Generasi

Perzinahan di tengah kaum muslimin semakin merebak. Dalam sepekan terakhir, polisi penegak perda ini menjaring sebanyak 12 muda-mudi yang sedang memadu asmara di tempat yang sama.

Berstatus bukan muhrim, membuat ke-12 nya berurusan dengan Pol PP. Mereka pun digiring ke Mako Sat Pol PP Padang dan didata. Tak hanyaitu, pengelola penginapan tak luput dari panggilan karena di duga memfasilitasi pebuatan maksiat itu (padangkita.com, 08/07/2020).

Zina merupakan perbuatan keji dan termasuk dosa besar. Haramnya zina telah jelas dalam al-Qur’an dan sunnah, semua ulama sepakat tentang haramnya zina. Namun, pelan tapi pasti generasi Islam dirusak dengan berbagai macam cara, hingga mereka sampai pada tahap melihat zina bukanlah sesuatu yang tabu lagi.

Itulah fenomena saat ini, mereka tenggelam dalam kemaksiatan karena melanggar batas syariat Islam. Syariat Islam bukan hanya melarang zina, namun meberikan tahapan-tahapan dalam pencegahannya. Tetapi mereka abai, hingga zina menjadi hal yang wajar. Na’udzubillah.

Islam agama yang menegakkan amar makruf nahi mungkar, melindungi kaum muslimin serta meninggalkan segala bentuk kemungkaran, dan aturan-aturan jahiliyah lainnya.  Semua itu tertuju pada satu tujuan, yaitu mewujudkan kemaslahatan hidup manusia yang adil dan sejahtera.

Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah berkata, “Syariat Islam dibangun berdasarkan asas hikmah dan kemaslahatan manusia di dunia dan akhirat. Hanya Islamlah yg bisa membuat solusi menutup pintu zina. Inilah tahapan dalam pencegahan perbuatan zina dalam Islam.

Pertama, Tidak seperti beberapa dosa yang lain yang lafaz pelarangannya langsung kepada objek pelarangan, pelarangan zina menggunakanlafaz “la taqrabul (Jangan mendekati). Ini mengindikasikan bahwa untuk jatuh kepada dosa zina ada muqoddimah yang harus dilalui.  Maka segala jalan yang bisa menjurus kepada perzinaan harus ditutup. 

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَسَبِيلًا

“Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”

 (QS. Al-Isra’ : 32)

Ibnu Katsir berkata:

يَقُولُ تَعَالَى ناهيا عباده عن الزنا وعن مقاربته ومخالطة أسبابهودواعيه وَلا تَقْرَبُوا الزِّنى إِنَّهُ كانَ فاحِشَةً

“Allah SWT melarang hamba-hamba-Nya melakukan zina, mendekatinya dan melakukan segala hal yang menjadi penyebab dan faktor pendorong terjadinya, oleh karena itu Allah berfirman, “Janganlah kalian mendekati zina, karena sesungguhnya zina adalah dosa yang keji.”

(Tafsir Ibnu Katsir: 5/66)

Kedua, menundukan pandangan. Islam menutup pintu-pintu yang berpotensi melahirkan dosa zina. Di antara pintu yang mengarah kepada zina adalah pandangan haram kepada wanita non mahram, bahkan di dalam sebuah hadits disebutkan bahwa pandangan haram adalah anak panah setan. Allah SWT berfirman:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوافُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman,

“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur : 30)

Ketiga, Islam mengatur Adab Komunikasi antara Laki-laki danPerempuan. Perempuan adalah godaan terbesar bagi kaum laki-laki. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW.  Oleh karenanya Islam juga mengatur bagaimana cara komunikasi antara laki-laki dan perempuan.  Di antaranya adalah larangan kepada perempuan untuk meliuk-liukkan suara kepada laki-laki.

فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ

“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya." (QS. Al-Ahzab : 32)

Meskipun ayat ini berbicara tentang istri-istri Nabi, akan tetapi para ulama menyatakan bahwa larangan ini juga berlaku bagi perempuan secara umum.

Keempat, Islam melarang Ikhtilath. Ikhtlath yang dimaksud disini adalah percampuran antara laki-laki dan perempuan di suatu tempat dalam waktu yang lama. Seperti bercampurnya antara laki-laki dan perempuan di tempat kerja, angkutan umum, di sekolah-sekolah dan tempat-tempat umum lainnya. Berbeda dengan  bertemunya laki-laki dan perempuan selintas lalu.

Kelima, Islam melarang Khalwat. Hal ini lebih berbahaya lagi dari sebelumnya. Tidak lah seorang laki-laki dan perempuan bukan mahram berduaan di suatu tempat atau ruangan, contohnya fenomena saat ini banyak direktur dan sekertaris di satu ruangan hanya berdua karena tidak ada penghalang lagi bagi keduanya, terlebih setan hadir diantara mereka berdua.

لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا مَعَ ذُو مَحْرَمٍ

“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali bersama mahramnya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Itulah syariat Islam yang sempurna, tidak hanya melarang zina namun juga menutup semua akses yang akan menghantarkan kepada dosa zina. Demikianlah tulisan ini semoga menjadi ibroh untuk semua dan menjadi salah satu usaha untuk menyebarkan Islam kaffah. Agar Islam kaffah dapat terwujud dan menjadi rahmatan lil alamin. Aamiin.

Wallahu a’lam bish shawab.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations