Sikap memaklumi dan membiarkan kehadiran negara hanya mewujudkan penurunan UKT di masa pandemi Covid-19 saja, sama halnya membiarkan berlangsungnya pendidikan sekuler yang mengamputasi potensi generasi khoiru ummah.

Oleh: Umi Rizkyi (Anggota Komunitas Setajam Pena)


Akhir-akhir ini terjadilah gejolak mahasiswa yang melakukan aksi turun di jalan dan di depan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan maksud untuk menyampaikan inspirasi dan aksi protesnya akan minimnya perhatian pemerintah terhadap keadaan mahasiswa di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, sitem belajar daring juga berlaku bagi mahasiswa tanpa terkecuali. Di mana pada dasarnya orang tua mengalami kesulitan ekonomi dan bahkan di tambah dengan beban biaya pendidikan yang tetap mencekik rakyat.

Seperti yang telah dilansir dari detiknews.com (22/6/2020), sejumlah mahasiswa yang bergabung dalam aliansi Gerakan Mahasiswa Jakarta Bersatu melakukan aksi unjuk rasa di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mereka menginginkan adanya aliansi langsung bersama Menteri Nadiem Makarim guna membahas aspirasi mereka.

Pantuan yang dilakukan oleh detikcom (22/6/2020) di gerbang utama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Pusat, masa mulai membuka adanya audiensi bersama Nadiem. Bahkan mereka membuat kerumunan lingkaran (selayaknya lagi tidak ada pandemi Covid-19) di depan gerbang dan meletakkan ban di trotoar yang kemudian membakarnya.

Salah satu tuntutan dan aspirasi yang ingin disampaikan adalah soal pembiayaan kuliah di masa pandemi Covid-19. Mereka menuntut adanya subsidi 50 persen dari biaya perkuliahan. Hal itu spontan membuat pemandangan yang tak sedap dipandang mata. Menimbulkan asap hitam mengepul dari tengah kerumunan lingkaran tersebut. Dan secara langsung menciptakan lalu lintas di lokasi yang padat merayap.

Nadiem berkata " Kami akan mengeluarkan Permendikbud yang memberikan keringanan uang kuliah tunggal (UKT) di bawah ruang lingkup kita yaitu PTN. Ya untuk keringanan UKT bagi  mahasiswa" Jelas Nadiem dalam telekonferensinya pada Jumat 19/6/2020.

Dalam hal ini, Kemendikbud mengalokasikan dana Rp. 1 triliun untuk meringankan beban mahasiswa di masa pandemi Covid-19. Ini hanya untuk 410 ribu mahasiswa terutama perguruan tinggi swasta.



YOUR REACTION?

Facebook Conversations