Oleh : Ari Wiwin
Pegiat Literasi

Judi, menjanjikan kemenangan, judi menjanjikan kekayaan, bohong kalaupun kau menang itu awal dari kekalahan, kalaupun kau kaya itu awal dari kemiskinan.

Penggalan lagu karya Haji Rhoma Irama yang selalu kita dengar itu sungguh bisa jadi pelajaran bagi masyarakat yang sekarang ini sedang marak dengan perjudian.

Dikutip Pojok Bandung. Com, Kab.Bandung (29/3/2021). Praktik perjudian dan toto gelap (togel) mulai marak dimasyarakat, pihak polisi dan pemerintah diminta untuk melakukan tindakan hukum.

Menurut Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Bandung, Tedi Surahman sering mendapat keluhan dari masyarakat akibat praktik perjudian. Mereka mempertanyakan kinerja dari pemerintah dan aparat keamanan.

Menurut Tedi, maraknya judi togel, menunjukkan perekonomian masyarakat sedang sakit. Sulitnya mencari uang apalagidi masa pandemi ini. Akibatnya masyarakat mencari jalan pintas untuk mencari uang supaya bisa mengisi perut mereka. Karena terlihat para pelaku judi togel ini adalah masyarakat menengah ke bawah.

Masyarakat mungkin juga sadar bahwa perjudian itu pasti akan membawa kesengsaraan dan kemiskinan. Ini bukti masyarakat sudah jauh dari keimanan. Masyarakat mengalami krisis multidimensi, dosa dan haram tidak dihiraukan. Ini akibat dari rasa lapar yang harus dipenuhi, dan juga perekonomian yang sedang sakit. Apalagi di tengah pandemi ini banyak perusahaan yang gulung tikar dan banyak karyawan yang dirumahkan. Akibatnya masyarakat terjerumus kepada judi togel. Ini adalah bukti ketidakmampuan pemerintah dalam mengurusi rakyatnya. Akibat dari sistem demokrasi kapitalis yang hanya mencari manfaat belaka tak terpikirkan rakyat yang kembali menjadi korban. Pemerintah telah gagal dalam menyelesaikan krisis ekonomi dan abai dalam menjaga moral dan akidah rakyat.

Islam tegas melarang segala bentuk perjudian karena judi itu artinya bertaruh, baik dengan uang ataupun benda. Judi menjadikan manusia bergantung pada hal-hal yang mengacu pada perbuatan setan. Perjudian bisa merusak kedamaian rumah tangga, karena bisa saja barang atau bahkan anak atau istri menjadi pertaruhan di meja judi. Demi untukmendapat keuntungan. Orang yang gemar berjudi akhirnya akan malas bekerja, akan melupakan kewajiban sholat dan pasti melupakan sang khaliq yakni Allah swt. Maka itulah Allah swt dan Rasul-Nya melarang tegas segala bentuk perjudian.

Sesuai firman Allah swt:

"Sesungguhnya (minuman) khamar (arak/memabukkan), berjudi (berkurban) untuk berhala dan mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan". (QS al-Maidah:90).

Sesuai ayat tersebut Allah swt melarang tegas segala bentuk perjudian karena akan menimbulkan perbuatan yang merusak iman. Karena perjudian khamr atau minuman beralkohol bisa merusak keimanan dan menyebabkan kemudharatan bagi manusia.

Hanya dengan kembali menerapkan syariah Islam secara kaffah, manusia akan terjaga akidah dan keimanannya, terhindar dari segala bentuk kemaksiatan. Mengapa kita tidak rindu untuk segera menerapkannya?

Wallahu a'lam bi shawab 

YOUR REACTION?

Facebook Conversations