Azis Yanuar (Anggota tim hukum FPI), mempertanyakan tindakan polisi yang menjadikan Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (Sekjen PA) 212 Bernard Abdul Jabbar sebagai tersangka dugaan penganiayaan Ninoy Karundeng.
Foto: mnctrijaya

Aziz mengatakan Bernard justru membantu pegiat media sosial (Ninoy) saat berada di Masjid Al-Falah. Menurutnya saat berada di masjid tersebut, Bernard mendengar ada keributan karena diduga ada penyusup yang kemudian dihakimi massa.

"Spontan ustaz Bernard menyelamatkan dan melindungi 'penyusup' Ninoy dari amukan masa, bahkan menasehati jangan keluar dulu karena bahaya di luar massa masih marah," ujar Azis saat dikonfirmasi, Selasa (08/10/2019) kemarin.

Azis juga menjelaskan keberadaan Bernard di lokasi itu setelah mendengar banyak korban mahasiswa dan pelajar yang dibawa ke Masjid Al-Falah. Ketika itu, Bernard bersama istrinya tengah mencari keberadaan anaknya yang diketahui juga ikut aksi demo di kawasan Senayan.

"Ustaz Bernard dan istrinya menuju masjid Al-Falah karena di mobil ada P3K seperti perban, betadine, oksigen, dan lain-lain," ujar Azis.

BACA JUGA:

Selain itu, Azis menyebut setelah diamankan Bernard, Ninoy sempat menyampaikan terima kasihnya. "Bahkan cium tangan sama ustaz Bernard, setelah itu Ninoy diajak duduk dan istirahat dan aman," sambungnya.

Di sisi lain, Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menyampaikan dari informasi yang ia peroleh bahwa wajah Ninoy sudah lebam saat masuk ke dalam masjid. Selain itu, dari informasi yang ia peroleh juga, tidak ada kekerasan yang dilakukan pengurus masjid terhadap Ninoy.

"Hanya interogasi saja seperti di video yang viral itu dan masuk ke dalam masjid Ninoy sudah lebam wajahnya," tutur Novel.

Menurutnya, seharusnya Ninoy justru berterima kasih kepada pengurus masjid karena telah melindungi dari amukan massa. Tak hanya itu, pengurus masjid bahkan membantu kepulangan Ninoy.

"Sudah dilindungi bahkan dijamu, sampai pulang pun diantar, bahkan motornya diangkut dengan mobil yang pengurus sewa," papar Novel.



YOUR REACTION?

Facebook Conversations