Oleh: Sherly Agustina, M.Ag
Pegiat literasi dan Pemerhati kebijakan publik

Kebijakan cuti bersama yang berimbas libur panjang pada 28 Oktober hingga 1 November, diprediksi bakal mengerek kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia. Tambahan kasusnya pun tidak main-main.

Prediksi epidemiolog dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra, kasus positif bisa mencapai 1 juta kasus pada Desember nanti.  Jika merujuk prediksi Hermawan maka akan ada tambahan lebih dari 600 ribu kasus hingga Desember nanti (28/10).

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi beberapa waktu lalu mengatakan akan berkoordinasi dengan operator transportasi umum agar protokol kesehatan diterapkan secara ketat di kendaraan-kendaraan saat liburan panjang. Ia meminta operator transportasi umum meningkatkan frekuensi keberangkatan kendaraan untuk mencegah penumpukan penumpang. Kemenhub, kata Budi, juga akan melakukan pengecekan secara acak untuk memastikan kendaraan umum benar-benar menerapkan protokol kesehatan, di samping pengecekan Covid-19 kepada para penumpang.

Sementara itu, Menteri dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta masyarakat yang hendak melakukan perjalanan ke luar kota di hari liburan terlebih dahulu melakukan test Covid-19, baik rapid maupun maupun polymerase chain reactions (PCR). Menurut Tito, cara itu penting untuk memastikan agar warga yang melakukan perjalanan ke luar kota tidak menyebarkan virus bila diketahui positif tanpa gejala. Seorang epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman menyarankan pemerintah agar melakukan deteksi lewat test Covid-19 secara masif dan serius.

Satu sisi, aspek psikologis warga setelah kurang lebih 7 bulan stay at home memang butuh liburan. Hampir semua aktifitas di rumah termasuk mendampingi daring anak dari berbagi usia dan jenjang, menghadapi kondisi ini bukan perkara yang mudah. Butuh adaptasi yang luar biasa, apalagi jika orang tua anak sibuk bekerja sementara mereka kesulitan mencari orang yang bisa membimbing anaknya selama daring. Namun, karena pandemi ini belum berakhir dan kasus kian hari masih meningkat maka hal utama yang tetap dilakukan oleh warga adalah keselamatan dan kesehayan maka harus tetap  waspada. 

Agar tidak menyumbang kasus baru atau bahkan klaster baru. Tes swab dan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. Kalaupun butuh berlibur cukup ke tempat-tempat yang jauh dari keramaian, karena menghindari keramaian adalah salah satu hal yang bisa mencegah penyebaran virus. Semoga wabah ini segera berakhir sehingga kehidupan bisa berjalan normal seperti biasa.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations