Oleh: Anis Zakiah
Mahasiswa USN Kolaka

Tengah ramai diperbincangkan netizen di media sosial. Pasalnya, belum lama ini Deddy mengundang Ragil Mahardika dan Frederik Vollert ke dalam podcast YouTubenya. Ragil Mahardika dan Frederik Vollert adalah pasangan gay yang saat ini tinggal di Jerman.

Dalam video yang berdurasi sekitar satu jam tersebut, Deddy Corbuzier banyak membahas seputar kehidupan dan hasrat seksual seorang gay. “Selama ini as far as I know, I am a straight. Jadi, gua masih suka sama cewek. Pertanyaannya adalah, bisa nggak lu jadiin gue gay?” kata Deddy Corbuzier dalam podcastnya.

Unilever Indonesia juga mendukung L987, Unilever menghormati dan memahami budaya maupun norma yang berlaku di Indonesia. Dukungan uniliver terhadap gerakan lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ+) telah menuai kecaman dunia maya. Tak sedikit seruan untuk memboikot produk Unilever.

Kapitalisme Membuka Pintu Legalisasi L987

Setelah pengesahan UU TPKS dan Permendikbud PPKS no 30/2021 kewaspadaan kita semestinya semakin tinggi terhadap kampanye L987. Kedua regulasi di atas membuka pintu legalisasi perilaku L987, karenanya kampanye L987 di media sebagaimana dilakukan oleh selebritas sebagai pelaku maupun pendukung L987 harus ditentang keras. Terlebih atas nama pengakuan terhadap kebebasan dan penciptaan lingkungan inklusif berbagai pihak (aktifis, korporasi/ MNC, politisi dll) condong mendukung L987. 

Indonesia juga tidak melegalkan praktik pernikahan sejenis kendati opini pelegalannya berulang kali terlontar dari para pengusung ide liberal ini. Wajar jika netizen mengkritik habis DC karena dianggap memberikan ruang berekspresi bagi pasangan L987. Dari realitas ini, kaum L987 seolah sedang mendapatkan ceruk. Mungkin ini hanya salah satu celah yang telah mereka coba demi memproklamasikan dan terus mempropagandakan ide sesatnya. Bagaimana pun, podcast yang telah tersebar bisa kita terjemahkan sebagai inisiasi legalisasi pernikahan sesama jenis di negeri ini yang isunya tidak hanya satu dua kali di tengah masyarakat.

Lebih parah dan lebih aneh lagi adalah (Ragil), tetap muslim dan mengaku taat syariat, misalnya dengan masih menjalankan sholat. Ia juga mengaku statusnya itu kontradiktif, yakni Gay tetapi muslim karena sebagai manusia ia merasa tetap membutuhkan Tuhan. Mereka juga memiliki komunitas L987 lintas agama dan tetap pada pendirian mereka untuk menjalankan kepercayaan mereka masing-masing. (VOA Indonesia, 4/5/2022).

Inilah misi liberal, perang pemikiran yang berkeliaran dengan misi organisasi yang didirikan oleh tokoh liberal, Amina Wadud, yang pada 14/02/2022 meluncurkan inisiatif global bernama QIST (Queer Islamic Studies and Theology). Situs QIST menampilkan topik-topik keragaman seksualitas dan gender dalam konteks Islam oleh komunitas muslim yang mengidentifikasi diri mereka sebagai queer maupun dari ally atau para pendukung yang belum tentu mengidentifikasi diri mereka sebagai queer. ( BBC, 15/04/2022).

Queer merupakan istilah umum untuk menyebut berbagai identitas seksual. Istilah queer disebut sebagai payung dari berbagai identitas dan gender heteroseksual, seperti L987. Bisa dikatakan bahwa queer adalah orientasi seksual yang tidak tetap. Sementara ally atau heterosexsual atau cisgender yang mendukung hak sipil setara, kesetaraan gender, gerakan sosial L987, dan menentang homophobia, bifobia, dan tranfobia. Jelas sekali L987 terang-terangan dan leluasa menampakan diri, bahkan sebagian kalangan malah turut memfasilitasi.

Islam Tegas Melarang L987

Perilaku penyimpangan orientasi seksual L987 jelas melanggar syariat. Fenomena seperti ini hanya bisa dihentikan oleh peran tegas negara (khilafah) untuk menegaskan Islam. Pelakunya harus disadarkan bahwa perbuatannya melanggar hukum syara. Masyarakat pun harus waspada tingkat tinggi. Bagi yang muslim harus makin kuat berpegang teguh pada ajaran Islam kaffah.  Tidak mungkin Allah swt. memerintahkan suatu ketaatan, tetapi pelaksanaannya dalam koridor kemaksiatan. Sungguh sesat logika ketika ada Gay yang taat syariat. Dalam syariat Islam, penyimpangan orientasi seksual termaksud tidak kejahatan yang besar (jarimatul kubra) yang solusinya hanya tobat nasuhah, sanksi tegas anti kompromi telah menanti. 

Sungguh berbahaya ketika kompromisasi Islam terduplikasi di dalam benak kaum muslim, terlebih saat menyikapi penyimpangan orientasi seksual. Segala sesuatu yang hak tidak akan tampak sebagai yang hak, meski akan disebut tampak lebih ramah. Sedangkan yang batil jadi tidak kalah manis karena kebatilannya tersamarkan. Allah Taala berfirman, “Dan janganlah kamu campur adukan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu  sembunyikan yang hak itu , sedangkan kamu mengetahui.” (QS Al-Baqarah {2}:42).

Allah Taala berfirman tentang perilaku penyimpangan orientasi seksual, “Dan (kami telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (ingatlah) tatkala ia berkata kepada mereka, 'mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu yang belum pernah dikerjakan  oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu? {80}.(QS Al-A’raf [7]:80). Perilaku L987 menghalalkan azab Allah kepada mereka. Allah Taala berfirman, “Sesungguhnya kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik.”

Sebagaimana ayat di atas, perbuatan kaum Nabi Luth ‘alaihi salam merupakan perbuatan fahisyah, yakni suatu perbuatan keji yang sangat hina dan mencakup berbagai macam kehinaan serta kerendahan. Pelakunya layak disebut penjahat seksual karena telah melakukan kejahatan (kriminal) dalam menyalurkan hasrat seksual mereka di tempat terlarang.

Bagaimana pula azab yang Allah turunkan bagi kaum Luth yang telah menyimpang. Azab dan siksa yang pedih dirasakan semestinya menjadi pelajaran bagi umat saat ini yang telah menyimpang dari aturan Allah swt.

Sikap terang-terangan kaum L987 ini menunjukan bahwa mereka sudah tidak cukup dengan peringatan syariat dengan dalih hak asasi, mereka menghalalkan yang haram. Di sisi lain, demi membela diri, mereka malah mengompromikan status gay nya sebagai seorang gay yang taat syariat. Ini benar-benar sesat pikir! Rasulullah saw.bersabda, “Sesungguhnya di antara yang didapat manusia dari kalimat kenabian yang pertama ialah,’Jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu.” 

Wallahualam bis’sawab.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations