Oleh : Kusmiati, S.Pd

Presiden AS Joe Biden pada Jumat mengadakan pertemuan empat arah pertama dengan para pemimpin Australia, India, dan Jepang. Pertemuan ini untuk meningkatkan upaya memperkuat aliansi karena kekhawatiran atas kebangkitan China.

KTT empat arah yang digelar pada hari Jumat secara virtual, akan menandai pertama kalinya di mana para pemimpin Amerika Serikat, Jepang, India dan Australia bertemu bersama setelah lebih dari satu dekade pertemuan di tingkat yang lebih rendah yang disebut "Quad".

KTT itu terjadi pada saat keempat negara demokrasi melihat hubungan memburuk dengan China, yang dalam setahun terakhir terlibat dalam bentrokan mematikan dengan pasukan India di Himalaya, telah meningkatkan aktivitas di dekat pulau-pulau yang dikelola oleh Jepang dan telah memberlakukan sanksi pada produk-produk Australia hingga menyusul serangkaian perselisihan. 

Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyebut pembicaraan itu sebagai "momen bersejarah di kawasan kita" sementara India mengatakan bahwa Perdana Menteri Narendra Modi akan mempromosikan "kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka dan inklusif". (Liputan6.com,12/3/2021)

Negara-negara Quad yaitu Australia, India, Jepang, dan Amerika Serikat akan menjadi “jangkar bagi perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik” sembari memimpin perjuangan melawan pandemi virus corona, demikian yang ditegaskan kembali oleh para pemimpin keempat negara demokrasi itu selama KTT perdana mereka (ipdefenseforum.com).

Indonesia dalam Cengkraman Neoimperialisme

Indonesia yang merupakan negara terbesar di Asia Tenggara bahkan di Asia pasifik, tentu memiliki peran sentral dalam isu kawasan ini. 

Sementara, bagi politik internasional AS, Indonesia adalah negara penyedia sumber daya alam yang tak lain adalah bahan mentah bagi roda produksi dalam sistem ekonomi kapitalisme di mana AS adalah pemain utamanya.

Indonesia memang negara dengan kaum muslimin terbesar dan kekayaan yang sangat melimpah. Jadi hal ini yang sangat menggiurkan negara-negara kapitalis Neoimperialisme untuk mencamploknya. 

Negara dengan kekayaan yang sangat melimpah seperti indonesia jika tidak memiliki kedaulatan politik yang kuat, pasti pada akhirnya hanya akan menjadi objek kepentingan negara kapitalis Barat dan Timur. 

Ketahuilah, satu hal yang menonjol dari agenda neoimperialisme adalah adanya ideologi yang menampilkan bahwa penjajahan ini dilakukan untuk membantu bangsa-bangsa yang tertinggal. Negara-negara besar pelaku neoimperialisasi adalah mereka yang telah mengalami revolusi industri.

Mengharapkan kebangkitan dengan menghentikan Neoimperialisme, maka kebangkitan itu harus berdasarkan kepada ideologi yang sebanding dengan ideologi kapitalisme. 

Indonesia yang memiliki kekuatan yang begitu besar dari jumlah umat islamnya, seharusnya memperjuangkan ideologi islam untuk menghapus neoimperialisme. 

Sistem Islam Melahirkan Kedaulatan pada Indonesia

Indonesia yang merupakan negara muslim terbesar di Indo-Pasifik, seharusnya mampu menganalisa bahwa selama ini kekuatan politik islam hanya di gunakan untuk kepentingan elitepolitik saja. 

Indonesia seharusnya menjadi negara yang menentukan arah politiknya sendiri yaitu ke arah islam bukan membebek ke arah sekulerisme. Begitu juga dengan arah kebangkitan islam seharusnya yang menjadi pijakannya adalah aqidah islam. 

Di samping itu, umat juga harus dipahamkan mengenai empat pilar politik Islam dalam menyambut sistem yang baru, Khilafah Islamiyah. Empat pilar tersebut meliputi, pertama, kedaulatan berada di tangan syara‘, yang menjamin penegakan hukum Al-Qur’an dan Sunah dalam kehidupan.

Kedua, kekuasaan milik umat, yakni dengan adanya hak baiat untuk mengangkat Khalifah yang dirinya dibaiat untuk menegakkan hukum Al-Qur’an dan Sunah, serta syariat Islam secara keseluruhan.

Ketiga, kewajiban akan adanya satu kepemimpinan Khalifah untuk seluruh umat dalam satu institusi.

Keempat, adanya adopsi (tabanni) hukum sebagai hak Khalifah untuk menjamin kesatuan kaum Muslim tersebut sehingga terhindar dari ancaman perpecahan.

Hanya dengan penerapan sistem islam di bawah naungan khilafahlah yang mampu menghadirkan kedaulatan bagi indonesia. 

Wallahu'alam.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations