Oleh: Ayu Arrum

Dikutip dari kompas.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan bahwa terjadi peningkatan jumlah perkara dan terdakwa kasus tindak pidana korupsi sepanjang tahun 2020.

ICW menyebutkan 1218 perkara disidangkan pada 2020 lebih tinggi dibandingkan 2019 yakni 1.019 kasus. https://nasional.kompas.com/read/2021/03/22/19301891/data-icw-2020-kerugian-negara-rp-567-triliun-uang-pengganti-dari-koruptor-rp

Tentunya hal ini adalah problematika yang tak kunjung usai untuk semakin menyengsarakan rakyat. Bila kita telisik lebih mendalam, korupsi makin mengakar akibat dari sistem kapitalisme sekuler. Salah satunya fakta mahalnya biaya politik demokrasi. Pemilu memakan dana miliaran hingga triliunan meniscayakan adanya praktik jual beli suara.

Sistem kapitalisme sekuler ini hanya berporos kepada kepentingan para kapital tanpa menghiraukan pelayanan maksimal kepada rakyat. Hal ini berbanding terbalik dengan sistem Islam yang menerapkan semua aturan Allah SWT. secara utuh dan menyeluruh.

Segala perintah dan larangan Allah SWT. dalam sistem Islam menjadi pondasi utama dalam memaknai politik. Mengurusi segala urusan rakyat mulai dari urusan individu, masyarakat hingga negara, bahkan segala urusan dari bidang politik, ekonomi hingga pergaulan termasuk makna politik dalam pandangan Islam. Berkaitan dengan memilih seorang pemimpin, aturan Allah SWT. sudah memberikan patokan yang jelas dimana pemimpin harus mencintai dan dicintai rakyatnya karena Allah SWT. bukan sebab lainnya. Jadi, jual beli suara hingga praktik korupsi akan ditutup celahnya oleh aturan Sang Khaliq.

Karena itu, mari kita bersama-sama memahami pentingnya penerapan sistem Islam yang utuh dan menyeluruh layaknya Rasulullah saw. dan para khulafaur rosyidin pada masa kepemimpinannya. Islam tidak sekedar mengurusi urusan agama tapi juga sekaligus pemberi solusi problematika kehidupan manusia. 

Wallahua'lam.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations