Oleh : Ummu Hafidz
Founder Kajian Muslimah Online MQ Lovers Bekasi

Kekisruhan atas kebijakan zonasi kerap terjadi di tengah-tengah masyarakat dari mulai awal kemunculanya. Bahkan terjadi setiap tahun. Kali ini kekisruhan terjadi karena adanya syarat usia pada proses PPDB.

Komisi Nasional Perlindungan Anak banyak mendapat laporan dari para orangtua siswa mengenai kebijakan batas usia pada sistem PPDB yang diterapkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Ia meminta agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membatalkan PPDB DKI Jakarta dan diulang kembali proses penerimaannya, karena kebijakan batas usia dinilai bertentangan dengan Permendikbud nomor 44 Tahun 2019. ( VIVAnews.com)

Para orangtua bingung dengan penerimaan siswa baru sistem zonasi tetapi mengutamakan umur. Protes dari para orangtua siswa  ini terjadi di kantor Disdik DKI, Kuningan Jakarta Selatan, pada konferensi pers Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jumat pagi (26/06/2020). (kompas.tv)

Anggota LBH Jakarta, Nelson mengamati terkait aturan zonasi usia yang menjadi prioritas. Ia berpendapat dalam Permendikbud yang menjadi prioritas adalah zonasi wilayah, baru selanjutnya zonasi usia yang kemudian menjadi pertimbangan saat jumlahnya melebihi kapasitas. Ia juga mengamati bahwa aturan kuota minimum jalur zonasi 40 persen. Menurut Nelson ini lebih rendah dari Permendikbud 44/2019 yang mengatur 50 persen (news.detik.com). Pemberlakuan kuota pada sistem zonasi dikarenakan terbatasnya kemampuan dalam menyediakan fasilitas pendidikan. Karena itu hak anak dalam mendapatkan pendidikan menjadi terlantar.

Walau ada jalur prestasi, para orangtua tetap khawatir karena kuotanya minim. Walhasil harus mencari sekolah swasta jika di zona mereka, sekolah negeri tidak menampung. Tentu saja orang tua harus bersiap mengeluarkan biaya yang lebih untuk bersekolah swasta. Apalagi di tengah kondisi pandemi virus Corona yang belum berakhir beban para orangtua semakin bertambah dengan adanya sistem zonasi. Belum lagi belajar dari rumah selama pandemi memaksa para orangtua terutama para ibu untuk bisa menjadi guru sekolah bagi anaknya. Dengan minimnya pendidikan banyak orangtua yang akhirnya mengeluh dalam mengajar anak-anaknya di rumah. Belum lagi kesibukan mengurus rumah tangga dan kuota internet yang tidak disediakan pemerintah. Juga biaya sekolah yang tetap harus dibayar walaupun belajar dari rumah.

Miris, anak negri yang nantinya menjadi generasi penerus, harus dibuat bingung demi mendapatkan haknya dalam pendidikan. Masalah yang muncul kala PPDB zonasi menunjukkan ketidakmampuannya suatu negri dalam mengurusi pendidikan warganya. Karena sesungguhnya pendidikan adalah hak mendasar bagi setiap individu dan masyarakat. Negara harusnya memfasilitasi pendidikan agar dapat mencukupi semua anak sehingga tertampung di sekolah negri berkualitas tanpa harus ada kekisruhan.

Inilah bukti gagalnya sebuah negara dalam memenuhi hak generasi dalam pendidikan. Negara yang harusnya memberi fasilitas pendidikan untuk mencetak generasi unggul malah membuat kebijakan yang berbelit-belit. Akankah hanya karena jarak dan usia seorang anak tidak mendapatkan haknya dalam pendidikan? Apakah negara ini memang sudah benar benar miskin sehingga tak mampu memberikan pelayanan pendidikan? Atau karena negara salah dalam tata kelola, di tengah sumber daya alam yang melimpah tapi dikelilingi orang-orang yang rakus?

Sungguh Islam agama yang sempurna. Karena dengan aturan Islam telah terbukti dapat melahirkan generasi cemerlang baik intelektual, spiritual dan emosional, tanpa harus membuat rakyat susah dan kebingungan.

Sekolah swasta dalam Islam memang ada. Ia diberi kesempatan untuk berkontribusi beramal sholeh dalam pendidikan. Namun negara tidak boleh sepenuhnya menyerahkan tanggung jawabnya kepada swasta. Pihak swasta diizinkan mendirikan sekolah, lembaga pendidikan baik formal dan non formal dengan tidak mengambil alih dan menggeser tanggung jawab negara.

Dalam Islam tidak ada sistem zonasi. Karenanya, siapa saja berhak bersekolah di sekolah yang berkualitas dimana saja. Ini semua dijamin oleh negara untuk memeratakan fasilitas sekolah berkualitas di seluruh negeri. Sehingga tidak ada yang namanya berebut sekolah favorit sedangkan sekolah lain minim murid. Dalam Islam semua sekolah adalah sama. Karena semuanya berkualitas, baik itu fasilitasnya, kurikulumnya, tenaga pendidiknya, sarana dan prasarananya. Dalam Islam, tidak ada setatus guru PNS dan guru honorer. Para guru begitu diperhatikan yaitu dengan memberikan hak kesejahteraan yang layak dari negara.

Dalam Islam, masalah usia dibagi menjadi dua yaitu prabaligh dan baligh. Di usia pra baligh, akidah ditanamkan pada anak. Mengenal Allah dan apa saja yang berhubungan dengan keimanan. Di usia baligh, anak dipersiapkan untuk dapat bersikap dan bertindak sesuai ajaran Islam . Lahirlah generasi-generasi unggul yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Sehingga ia siap terjun ke tengah-tengah masyarakat .

Dengan penerapan aturan Islam secara kaffah, negara akan berupaya sungguh-sungguh, sehingga dapat mencetak kaum Muslim menjadi seorang cendikiawan atau minimal menjadi orang yang terpelajar.

Kekayaan negara dikelola oleh orang-orang yang sholeh, yang takut kepada Allah. Mereka akan mengelola dengan benar sesuai syariat Islam sehingga memungkinkan negara memiliki pemasukan dana yang cukup untuk kebutuhan rakyatnya termasuk masalah pendidikan. Sehingga rakyat baik muslim maupun nonmuslim terpenuhi kebutuhan pokoknya salah satunya penyediaan pendidikan secara gratis. Karena dalam Islam, penyediaan pendidikan secara gratis adalah kewajiban negara.

Sebagaimana dalam hadis dinyatakan:

"Seorang Imam (Khalifah/Negara) adalah pemelihara dan pangatur urusan rakyat dan ia akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan rakyatnya." (HR. Al Bukhari).

Inilah aturan Islam dimana aturan diserahkan kepada Allah SWT sebagai satu-satunya Zat yang layak untuk mengatur segala aspek kehidupan manusia. Hak pendidikan diberikan dengan mudah dan sama kepada setiap anak. Hanya dengan hukum Islam potensi anak bangsa yang luar biasa akan terarah dan terasah dengan dorongan keimanan ketakwaan kepada Allah SWT. Sehingga membawa keberkahan dan keselamatan baik di dunia dan di akhirat.

Wallahu A'lam.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations