Kekhawatiran mengenai ancaman ketahanan pangan menjadi perhatian dunia. Begitupun dengan Indonesia, apalagi dalam kondisi pandemi saat ini. Ada peringatan organisasi pangan dunia (FAO) soal ancaman krisis pangan akibat pandemi.

Oleh: Endang Seruni

(Ibu Peduli Generasi)


Kekhawatiran mengenai ancaman ketahanan pangan menjadi perhatian dunia. Begitupun dengan Indonesia, apalagi dalam kondisi pandemi saat ini. Ada peringatan organisasi pangan dunia (FAO) soal ancaman krisis pangan akibat pandemi.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Direktur utama Perum Bulog Budi Warseno menjelaskan bahwa sejumlah negara sudah mendeteksi adanya kemarau panjang, terus adanya perubahan iklim yang ekstrim ini akan mempengaruhi produksi pangan, karena menyangkut tanaman. 

Dengan kondisi demikian justru Indonesia lebih giat memproduksi pangan. Sebab Indonesia memiliki banyak lahan yang selama ini belum termanfaatkan. Karena negara kita negara agraris yang lahan pertaniannya luas juga produksi pangan banyak dan bermacam-macam jenis. Masyarakat tidak perlu khawatir akan stok pangan dalam negeri, tetapi bukan berarti terlena tidak menyiapkan antisipasi. Karena persoalan ketahan pangan ini adalah merupakan persoalan dunia.(17/6/2020)

Sementara itu menurut  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, sebelumnya mengatakan proyeksi USDA (United Stated Departement of Agriculture), produksi padi secara global sepanjang tahun 2019-2020 mencapai 493,8 juta ton atau lebih rendah dari realisasi produksi bagi global pada tahun 2018-2019 yang mencapai 496,5 juta ton. Proyeksi padi global 2019-2020 ini menurun 0,4% sampai 0,5% dibandingkan produksi 2018-2019. Ungkap Airlangga dalam diskusi virtual (CNBN Indonesia, 16/6/2020).

Sementara negara pengekspor beras, seperti Thailand & Vietnam melakukan pembatasan ekspor. Mereka mengutamakan kebutuhan pangan dalam negeri mereka, sehingga tidak akan menjual keluar (ekspor).

Ketergantungan Indonesia, untuk mengimpor pangan beberapa diantaranya adalah tidak tercapainya swasembada pangan di dalam negeri. Padahal dalam catatan sejarah di tahun 1979-an, Indonesia pernah mencapai swasembada pangan. Menurut Ekonom Indef, Rusli Abdullah menilai faktor kegagalan swasembada pangan, terletak diperencanaan. Jika perencanaannya beres maka hasilnya akan baik (Indonesiainside.id, 27/10/19).

Pembangunan perumahan elit juga menuai masalah, akibat banyak diambil dari lahan pertanian warga. Berkurangnya lahan pertanian, membuat berkurangnya bahkan hilangnya predator alami pemangsa hama. Sehingga hama akan merajalela menyerang lahan pertanian yang mengakibatkan gagal panen.

Pembangunan infrastruktur secara besar-besaran, seperti jalan tol, gedung-gedung pencakar langit, bandara dsb, juga membuat alih fungsi lahan. Yang sebelumnya lahan pertanian dialih fungsikan menjadi bangunan beton raksasa.



YOUR REACTION?

Facebook Conversations