Oleh: Irma Ulpah

Ir. M. Karebet Widjajakusuma, MA yang akrab dipanggil Pakar oleh siswa adalah seorang penulis, konsultan, trainer dan menjabat sebagai Direktur Kesiswaan Yayasan Insantama Cendekia juga Direktur SEM Institute Jakarta. Beliau lahir di Surakarta, 11 Desember 1971.

Kepemimpinan Transfomasional Pengalaman Insantama / Ir. M. Karebet Widjajakusuma, MA ;

Pengantar, Ir. M. Ismail Yusanto, MM

Cetakan 1, September 2020

246 + 6 hal romawi

ISBN: 978-623-256-252-3


Dalam bukunya, menjelaskan tentang model Kepemimpinan Transformasional yang diterapkan pada siswa Insantama. Model kepemimpinan ini menjawab keprihatinan beliau akan kondisi buram sosok generasi muda yang tidak memiliki tujuan hidup, mimpi besar dan peta jalannya. Beliau melihat kondisi ini sebagai krisis multidimensi dimana terjadi lost generation yang mengantarkan pada krisis kepemimpinan. 

Pakar menyampaikan perlunya kepemimpinan yang mampu membawa perubahan yang mendasar dan besar bagi seluruh stakeholder negeri ini yang bisa membawa negeri ini menyelesaikan persoalan-persoalan yang menderanya, mengarungi segala tantangan masa depannya dan membawa semua selamat di dunia dan akhirat. 

Dalam praktiknya, Pakar menerapkan model Kepemimpinan Transformasional untuk jenjang SMP dan SMA. Diawali dengan pembentukan dan penguatan akidah, ibadah, adab dan akhlak sebagai pondasi dahsyat bagi siswa dan para pendidiknya. Dengannya, totalitas membentuk pemimpin masa depan akan mendapatkan idznullah dan nashrullah. 

Di tahap pertama siswa disadarkan akan hakikat jati dirinya. Darimana kita semua berasal,akan kemana kita setelah mati, dan untuk apa kita hidup di dunia ini. Hal ini akan mengantarkan mereka menuju way of life yang hakiki. Mereka dilatih untuk berani mengambil keputusan, berani menghadapi resiko yang timbul dari keputusan yang telah dibuat, berani bertanggung jawab atas keputusan itu dunia akhirat. Siswa diminta merancang 3 mimpi besar yang harus dibangun, mau jadi alumni seperti apa, mau melanjutkan kemana dan mau menaklukkan negara mana. Mereka pun ditantang untuk menghancurkan rantai gajah yang masih melekat pada diri dengan melakukan longmarch 'Taklukkan Bogor', 'Taklukkan Cianjur' dimana siswa mendapat pengalaman pertama bertemu masyarakat sebagai bagian umat yang kelak membutuhkan siswa untuk memimpin mereka ke arah yang lebih baik. 

Pada tahap kedua siswa terjun ke desa untuk praktek problem solving masyarakat desa tertinggal di wilayah Jawa Barat. Siswa dilatih untuk menyampaikan pesan dakwah sebagai bagian dari problem solving. Pada tahap ini siswa juga menggelar ajang multilomba nasional yang disemarakkan dengan seminar Internasional yang bekerjasama dengan berbagai mitra kerjasasama kelembagaan pemerintah dan non pemerintah. 

Dan ditahapan terakhir siswa ditantang untuk menaklukkan negara yang sudah mereka tentukan bersama. Mereka mempraktekkan semua bekal yang sudah dimiliki selama ini. Fundrising mandiri. Dan di luar negeri siswa melakukan studi kepemimpinan dan manajemen pembangunan yang nantinya akan dikomparasikan dengan Indonesia dan di presentasikan di depan pejabat berwenang seperti Walikota Bogor, Wakil Ketua DPR RI 1 dan Ketua MPR RI. 

Maka membaca buku ini secara keseluruhan akan membuat rasa penasaran hilang. Kira-kira bagaimana suka duka yang dirasakan siswa dalam menjalani proses ini, manfaat apa yang dirasakan siswa, orang tua dan masyarakat sekitar. Dan bagaimana respon para tokoh, dengan hadirnya model kepemimpinan yang diterapkan di sebuah Institusi sekolah pada jenjang SMP dan SMA ini. Juga bagaimana sambutan sekolah lain hingga perguruan tinggi dalam menyambut gagasan cerdas dalam model Kepemimpinan Transformasional ini. 

=====

Inilah buku terakhir yang saya baca minggu ini. Menariknya lewat buku ini saya di tuntun untuk setia pada keyakinan bahwa Allah lah yang menggenggam jiwa kita dan pada Allah kita berharap idznullah dan nashrullah. Keterikatan diri pada hukum syara dalam semua proses dan aktivitas menjalankan azzam. Keterikatan diri pada sunnatullah dalam bentuk kaidah sebab akibat berupa tool seperti keterampilan yang diperlukan untuk mewujudkan azzam. 

Sejatinya hidup kita harus memiliki tujuan, mimpi besar, dan roadmap untuk meraihnya. Saat kesukaran, tantangan, juga air mata menghampiri, mimpi besar akan menghalaunya. Tumbuhkan keyakinan yang kokoh dan kuat dengan ikhtiar yang keras,cerdas dan tak kenal menyerah karena hasil tak pernah mengkhianati proses, maka nikmati saja prosesnya. Dilarang mengeluh. Mengeluh menjauhkan mimpi besar dari kenyataan. Hadapi atau hindari? Hadapi! Karena mimpi besar itu hanya untuk orang besar. Hanya orang besar yang punya mimpi besar. Bukan orang besar jika ia tak punya mimpi besar. Orang besar dengan mimpi besarnya akan punya energi besar untuk memberi pengaruh besar bagi dirinya, keluarganya, masyarakatnya dan dunia, bahkan hingga ia telah tiada. Dan kita semua adalah mutiara calon pemimpin umat. 

Allahu Akbar !

YOUR REACTION?

Facebook Conversations